Padang, Rakyatterkini.com– Suasana penuh haru dan khidmat terasa di Auditorium Kampus Limau Manis saat Universitas Andalas (UNAND) menyelenggarakan Wisuda II Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 9–10 Mei 2026, tersebut menandai pelepasan 1.321 lulusan yang siap melangkah ke dunia kerja.
Prosesi wisuda kali ini tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga sarat makna tentang perjalanan panjang, pengorbanan, serta nilai kebersamaan. Dalam pidatonya, Rektor UNAND, Efa Yonnedi, mengajak para lulusan untuk mengenang proses yang telah mereka lalui hingga mencapai titik tersebut.
Ia menekankan bahwa keberhasilan meraih gelar bukan semata hasil usaha pribadi, melainkan juga berkat doa dan dukungan keluarga. Suasana menjadi hening ketika ia menceritakan kisah perjuangan keluarga salah satu wisudawan yang menempuh perjalanan jauh demi hadir menyaksikan momen berharga tersebut.
Menurutnya, di balik toga yang dikenakan para lulusan, terdapat pengorbanan besar dari orang-orang terdekat yang turut berjuang demi keberhasilan itu. Pendidikan, katanya, tidak lepas dari nilai kasih sayang dan harapan keluarga.
Di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, Rektor juga menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru yang lebih kompleks. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, serta perubahan dunia industri menuntut lulusan untuk terus beradaptasi dan belajar.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan menghadapi masa depan tidak berarti harus mengetahui segalanya, melainkan memiliki keberanian untuk menghadapi hal baru serta komitmen untuk terus belajar sepanjang hayat.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dunia kerja tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga integritas, kemampuan beradaptasi, dan karakter yang kuat. Menurutnya, ijazah memang dapat membuka peluang, namun karakterlah yang menentukan keberhasilan seseorang dalam bertahan dan berkembang.
Wisuda II 2026 juga menjadi bukti komitmen UNAND dalam menciptakan pendidikan yang inklusif. Hal ini terlihat dari keikutsertaan Rafael Fadly Harianja, mahasiswa disabilitas rungu dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, yang turut diwisuda.
Kehadiran juru bahasa isyarat selama acara berlangsung menunjukkan upaya nyata kampus dalam menyediakan akses pendidikan yang setara bagi semua. Rektor menyebut bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan belajar harus terbuka tanpa diskriminasi.
Dari sisi prestasi, UNAND terus memperkuat posisinya baik di tingkat nasional maupun internasional. Kampus ini telah meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT yang berlaku hingga 2028, dengan lebih dari separuh program studi juga memiliki akreditasi serupa.
Secara global, UNAND juga berhasil masuk dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) 2025 dan berada di posisi kedelapan nasional. Bahkan, dalam kategori Interdisciplinary Science Ranking, kampus ini menempati peringkat 201–250 dunia.
Selain itu, UNAND terus melakukan inovasi melalui transformasi digital untuk meningkatkan layanan akademik dan administrasi. Sejumlah langkah yang telah dilakukan antara lain penerapan tanda tangan elektronik pada ijazah, pengembangan platform MyUNAND, peluncuran sistem SAKU Digital, hingga pengoperasian pusat layanan terpadu.
Wisuda ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan Dies Natalis ke-70 UNAND pada 2026 yang mengusung tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak.” Para lulusan diharapkan dapat melanjutkan kontribusi alumni dalam berbagai bidang.
Menutup acara, Rektor menyampaikan pesan kepada para lulusan agar membawa ilmu, iman, dan kecintaan terhadap tanah air dalam setiap langkah mereka. Ia berharap para alumni dapat kembali sebagai pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat.(da*)


