Notification

×

Iklan

Tambang Emas Ilegal di Sumbar Diduga Berputar Rp1 Triliun per Tahun

Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:19 WIB Last Updated 2026-05-30T00:27:49Z

Citra satelit di lokasi tambang emas ilegal 

Sijunjung, Rakyatterkini.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat memperkirakan perputaran uang dari aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut bisa mencapai sekitar Rp1 triliun setiap tahun.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, menyebut praktik penambangan ilegal itu tidak berjalan secara acak, melainkan sudah membentuk pola jaringan yang terstruktur. Jaringan tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari penambang di lapangan hingga pihak yang menampung atau membeli hasil tambang.

Ia menjelaskan, alur distribusi emas ilegal ini sudah memiliki rantai yang jelas. Hasil tambang tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga ada yang diolah lebih dulu sebelum dipasarkan kembali, termasuk dijadikan perhiasan. Bahkan, sejumlah toko emas diduga ikut menampung hasil dari aktivitas ilegal tersebut.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya sistem yang menyerupai sindikat karena terdapat hubungan antara pelaku penambangan dan pihak pembeli yang sudah saling terhubung.

Helmi juga menegaskan bahwa aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi negara. Pasalnya, negara kehilangan pemasukan dari pajak dan royalti yang seharusnya diperoleh jika kegiatan pertambangan dilakukan secara resmi dan berizin.

Ia menyebut, jika dihitung dari potensi royalti dan pajak, nilai kerugian dari emas ilegal tersebut diperkirakan tidak kurang dari Rp1 triliun setiap tahunnya.

Terkait pihak-pihak yang terlibat, Helmi mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data awal mengenai orang-orang yang diduga berada dalam jaringan tersebut. Namun, data tersebut masih bersifat internal dan akan dipelajari lebih lanjut sebelum dipublikasikan.

“Nanti akan kami pelajari dulu datanya. Kami sudah memiliki informasi awal terkait para pelaku di lapangan,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update