Padang, Rakyatterkini.com – Proses pemulihan lahan persawahan yang terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatatkan kemajuan paling tinggi secara nasional.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian RI hingga 30 April 2026, tingkat pemulihan lahan di Sumbar telah mencapai 50,82 persen. Capaian ini jauh lebih tinggi dibandingkan provinsi lain seperti Sumatera Utara yang baru sekitar 6 persen, serta Aceh yang masih belum menunjukkan realisasi atau 0 persen.
Data tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian secara daring pada Kamis (30/4/2026).
Di tingkat daerah, Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah dengan progres tertinggi di Sumatera Barat. Dari target 644 hektare, sebanyak 527 hektare atau sekitar 82 persen lahan berhasil dipulihkan.
“Capaian ini merupakan yang terbaik di Sumatera Barat. Di bawah Padang Pariaman, Kota Padang sudah mencapai 68 persen, dan Kabupaten Solok 60 persen,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padang Pariaman, Hendri Satria, dalam keterangan resminya, Minggu (3/5).
Ia menjelaskan, dari total lahan yang terdampak di wilayah tersebut, seluruh lahan dengan kategori kerusakan ringan seluas 446 hektare telah selesai diperbaiki 100 persen. Sementara untuk kerusakan sedang, dari total 238 hektare, sudah terealisasi pemulihan seluas 198 hektare.(da*)


