Notification

×

Iklan

Sepablock Dukung Pembangunan Huntap di Padang Panjang

Senin, 04 Mei 2026 | 23:18 WIB Last Updated 2026-05-04T16:18:00Z

BNPB juga Gunakan untuk Pembangunan Huntap Mandiri di Padang Panjang

Padang Panjang, Rakyatterkini.com – Pemanfaatan inovasi milik PT Semen Padang berupa Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) terus menunjukkan perkembangan positif dalam pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

Setelah sebelumnya digunakan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Agam, kini teknologi konstruksi tersebut kembali diterapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kota Padang Panjang.

Pembangunan huntap mandiri di daerah yang dikenal sebagai Serambi Mekkah itu berlokasi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, dan mulai dikerjakan secara resmi pada Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Sekretaris Utama BNPB Rustian, Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham, serta unsur Forkopimda setempat.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyampaikan bahwa semakin luasnya penerapan Sepablock untuk huntap mandiri menunjukkan bahwa inovasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memberikan manfaat sosial, terutama dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Menurutnya, Sepablock menjadi salah satu kontribusi perusahaan dalam menghadirkan solusi pembangunan yang lebih cepat, efisien, dan kuat bagi masyarakat terdampak bencana. Ia berharap inovasi ini dapat terus membantu pemulihan wilayah serta menyediakan hunian yang lebih layak dan aman.

Sementara itu, Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham menjelaskan bahwa Sepablock memiliki keunggulan sebagai material bangunan yang dirancang untuk efisiensi serta ketahanan, khususnya untuk kebutuhan hunian pascabencana.

Ia menuturkan bahwa penggunaan Sepablock memungkinkan pembangunan rumah diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sekitar 30 hari, tanpa mengurangi kualitas bangunan.

“Untuk huntap, Sepablock sudah memenuhi berbagai aspek penting. Selain pengerjaan yang cepat, juga memiliki ketahanan terhadap gempa,” jelasnya.

Donny menambahkan bahwa inovasi ini menjawab kebutuhan masyarakat akan hunian yang tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga layak dan bermartabat.

“Dengan Sepablock, kami ingin menghadirkan rumah yang tidak sekadar cepat selesai, tetapi juga berkualitas untuk masyarakat,” tambahnya.

Respons positif datang dari Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, yang tampak antusias saat melihat langsung penerapan teknologi tersebut. Ia juga mengajukan sejumlah pertanyaan terkait spesifikasi, ketahanan, hingga efisiensi biaya pembangunan.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada BNPB atas dukungan dalam percepatan pemulihan pascabencana di daerahnya. Pemerintah Kota Padang Panjang, kata dia, siap mendukung penuh program pembangunan huntap, termasuk penyediaan lahan dan kelengkapan administrasi.

“Alhamdulillah, lahan sudah kami siapkan, bahkan masih ada sekitar 20 lokasi tambahan untuk pengembangan huntap. Kami berharap dukungan BNPB terus berlanjut,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mencakup pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Padang Panjang harus menjadi kota yang tangguh terhadap bencana, dengan masyarakat yang bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat. Ia menilai penggunaan Sepablock sebagai inovasi yang efektif dalam mempercepat pembangunan huntap yang berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa rumah yang dibangun memiliki tipe 36 dengan biaya sekitar Rp60 juta per unit, dengan standar utama kelayakan huni, keamanan, dan sesuai kebutuhan warga.

Rustian juga menekankan pentingnya percepatan proses administrasi di daerah agar pembangunan dapat berjalan lancar. Selain itu, konsep huntap mandiri dinilai mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

“Rumah contoh Sepablock di Padang Panjang ini bisa menjadi acuan ke depan. Masyarakat tidak hanya menerima, tetapi juga ikut terlibat dalam prosesnya,” tutupnya.

Dengan semakin luasnya penerapan Sepablock di berbagai wilayah Sumatera Barat, inovasi ini semakin memperkuat perannya sebagai solusi dalam percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menghadirkan standar baru hunian yang lebih aman, layak, dan tahan terhadap risiko bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update