Notification

×

Iklan

Semeru Erupsi 4 Kali, Kolom Abu Capai 7.000 Meter

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:22 WIB Last Updated 2026-05-29T23:22:00Z

Gunung Semeru

Jakarta, Rakyatterkini.com – Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami empat kali erupsi pada Jumat (29/5/2026) malam.

Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru PVMBG, letusan pertama terjadi pada pukul 18.13 WIB. Namun, saat itu kolom abu vulkanik tidak dapat terlihat dengan jelas.

Erupsi kedua terjadi sekitar pukul 19.05 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 7.000 meter di atas puncak. Dua menit kemudian, tepatnya pukul 19.07 WIB, terjadi letusan ketiga yang menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.000 meter. Sementara itu, letusan keempat tercatat pada pukul 19.54 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 800 meter.

Dalam keterangan resminya, Kementerian ESDM juga menyampaikan bahwa pada salah satu erupsi, kolom abu teramati mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak atau sekitar 5.676 meter di atas permukaan laut.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 29 Mei 2026, pukul 19:07 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 5676 m di atas permukaan laut),” demikian keterangan yang disampaikan.

Pantauan petugas menunjukkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah tenggara. Hingga laporan ini dibuat, aktivitas erupsi masih terus berlangsung.

Sehubungan dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan di luar radius tersebut, karena berpotensi terdampak perluasan awan panas serta aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena masih berbahaya akibat kemungkinan lontaran material batu.

Warga di sekitar kawasan tersebut turut diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran Besuk Kobokan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update