Tanah Datar, Rakyatterkini.com — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyampaikan bahwa pembangunan sabo dam di Nagari Sungai Jambu saat ini telah mencapai progres sekitar 12 persen.
Infrastruktur pengendali bencana ini dibangun sebagai langkah mitigasi setelah terjadinya banjir bandang dan galodo yang melanda beberapa wilayah pada tahun 2024 lalu.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, meninjau langsung lokasi pembangunan sabo dam di Nagari Sungai Jambu pada Selasa (26/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan bahwa pekerjaan proyek berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami hambatan yang berarti.
“Alhamdulillah, progres pembangunan sabo dam di Nagari Sungai Jambu sudah mencapai 12 persen. Pelaksanaannya sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala yang signifikan. Kami berharap proyek ini bisa selesai tepat waktu agar masyarakat tidak lagi merasa khawatir saat curah hujan tinggi,” ujar Eka Putra, dikutip Jumat (29/5/2026).
Ia menambahkan, proyek tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2027. Keberadaan sabo dam dinilai sangat penting untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah aliran sungai yang berpotensi terdampak material lahar dingin Gunung Marapi maupun longsoran dari area perbukitan.
Pembangunan sabo dam ini juga merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengendalian bencana. Bangunan tersebut dirancang untuk menahan material seperti batu, lumpur, dan kayu yang terbawa arus sungai ketika debit air meningkat akibat hujan deras.
Kepala Bidang Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Air Dinas PUPR Tanah Datar, Netrizal, menjelaskan bahwa proyek pengendali sedimen dan lahar di kawasan Gunung Marapi ini mencakup pembangunan tiga unit sabo dam di Batang Malana dan Sungai Jambu, serta satu pekerjaan river training work di Batang Pagu-Pagu.
“Untuk progresnya, dari rencana awal 8 persen, realisasinya sudah mencapai 12 persen. Ada peningkatan sekitar 3 persen dari target yang ditetapkan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap keberadaan infrastruktur ini dapat meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana di daerah rawan.(da*)


