Notification

×

Iklan

Peneliti Tiga Kampus Teliti Herbal untuk Diabetes dan Hipertensi

Minggu, 31 Mei 2026 | 20:37 WIB Last Updated 2026-05-31T13:37:00Z

Penelitian potensi dari tanaman obat lokal 

Padang, Rakyatterkini.com – Sejumlah peneliti dari tiga perguruan tinggi di Indonesia bekerja sama mengkaji potensi tanaman herbal lokal sebagai solusi alami dalam mengendalikan diabetes dan hipertensi. Kedua penyakit kronis ini kerap muncul bersamaan dan dapat memicu berbagai komplikasi serius dalam jangka panjang.

Tim riset tersebut melibatkan akademisi dari Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Jambi (Unja). Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Fauzan Azima,, yang juga merupakan Guru Besar di Fakultas Teknologi Pertanian Unand.

Anggota tim lainnya terdiri dari Prof. Dr. Sri Rahayu Lestari, dari UM, Addion Nizori, dari Unja, serta Muhammad Iqbal,  sebagai asisten riset dari Unand, dan Sri Hartati yang merupakan mahasiswa magister di bidang Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Unand.

Riset ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Dana Abadi Pendidikan Indonesia (DAPT) LPDP di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program EQUITY dengan nomor kontrak 4304/B3/DT.03.08/2025.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan memfokuskan kajian pada kombinasi tiga tanaman obat yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia, yaitu kayu manis, ciplukan, dan bawang dayak. Ekstrak dari ketiga tanaman ini dikembangkan berdasarkan kandungan senyawa aktif seperti polifenol, flavonoid, antosianin, serta organosulfur yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Prof. Fauzan menjelaskan bahwa diabetes dan hipertensi memiliki keterkaitan erat sebagai penyakit metabolik. Jika terjadi bersamaan dalam waktu lama, kondisi ini dapat memicu stres oksidatif, peradangan kronis, hingga gangguan fungsi organ tubuh.

Komplikasi yang timbul juga berisiko merusak organ penting seperti pankreas, ginjal, jantung, serta pembuluh darah.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan senyawa alami dari tanaman obat kini semakin banyak dikembangkan sebagai alternatif terapi. Hal ini karena bahan alami dinilai mampu membantu menjaga keseimbangan metabolisme dengan risiko efek samping yang lebih rendah dibandingkan obat sintetis jika digunakan dalam jangka panjang.

Potensi kekayaan hayati Indonesia juga dinilai sangat besar untuk dikembangkan menjadi sumber bahan baku obat alami.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kayu manis, ciplukan, dan bawang dayak mampu menurunkan kadar gula darah sekaligus menstabilkan tekanan darah pada hewan uji yang mengalami diabetes dan hipertensi.

Menariknya, penurunan tekanan darah pada hewan dengan dua penyakit tersebut berlangsung lebih cepat dibandingkan pada hewan yang hanya mengalami hipertensi. Selain itu, kombinasi ekstrak ini juga terbukti mampu mengurangi peradangan dalam tubuh serta melindungi organ pankreas dan ginjal dari kerusakan.

Prof. Fauzan menilai bahwa penggunaan kombinasi beberapa tanaman herbal memberikan manfaat terapeutik yang lebih luas karena kandungan senyawa aktifnya dapat bekerja pada berbagai jalur penyakit secara bersamaan.

Ia menegaskan bahwa penelitian terhadap tanaman obat tradisional penting dilakukan, tidak hanya untuk memperkuat bukti ilmiah terkait khasiatnya, tetapi juga sebagai langkah pengembangan pengobatan berbasis bahan alami lokal.

Diharapkan, hasil riset ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan produk herbal fungsional untuk menangani penyakit metabolik kronis, sekaligus berkontribusi dalam menekan angka kasus komplikasi akibat diabetes dan hipertensi di masa depan.

Meski demikian, Prof. Fauzan menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk mengkaji lebih dalam mekanisme kerja, tingkat keamanan, serta uji klinis sebelum hasil ini dapat diterapkan secara luas pada manusia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update