Pariaman, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Pariaman terus memperkuat langkah percepatan pembangunan daerah dengan membangun komunikasi langsung bersama pemerintah pusat.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyerahkan tujuh proposal pembangunan strategis kepada Kementerian PPN/Bappenas di kantor kementerian tersebut di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, sebagai bentuk upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan infrastruktur serta peningkatan pelayanan publik di Kota Pariaman.
Rombongan Pemerintah Kota Pariaman diterima langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Dalam pertemuan itu, Rachmat menyampaikan apresiasi atas langkah aktif yang dilakukan pemerintah daerah dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung ke pemerintah pusat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menjadi faktor penting agar program pembangunan nasional dapat berjalan seiring dengan kebutuhan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Pariaman menyerahkan tujuh usulan program prioritas, yakni pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), jalur evakuasi bencana, rehabilitasi GOR Rawang, rehabilitasi GOR Pauh, serta pembangunan Gedung Seni Kota Pariaman yang saat ini masih berstatus Gedung Nasional.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan proposal yang diajukan merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman bencana.
Ia menegaskan, pembangunan sektor sanitasi, penyediaan air bersih, hingga pengelolaan sampah menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dinilai menjadi dorongan besar bagi Kota Pariaman dalam memperjuangkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Usulan pembangunan jalur evakuasi bencana juga menjadi perhatian utama. Sebagai daerah pesisir di pantai barat Sumatera yang rawan gempa dan tsunami, Kota Pariaman membutuhkan penguatan infrastruktur mitigasi guna meningkatkan keselamatan masyarakat saat terjadi bencana.
Di sisi lain, revitalisasi GOR Rawang dan GOR Pauh diharapkan mampu mendukung pembinaan olahraga dan aktivitas generasi muda. Sementara pembangunan Gedung Seni Kota Pariaman diproyeksikan menjadi pusat pengembangan budaya dan kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas Pariaman sebagai destinasi wisata budaya di Sumatera Barat.
Dengan diterimanya berbagai proposal tersebut oleh Kementerian PPN/Bappenas, peluang realisasi proyek-proyek strategis di Kota Pariaman dinilai semakin terbuka. Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Langkah aktif Pemerintah Kota Pariaman ini juga menunjukkan perubahan pola pembangunan daerah yang kini tidak lagi hanya menunggu program dari pusat, tetapi aktif memperjuangkan kebutuhan daerah melalui komunikasi langsung di tingkat nasional. (suger)


