Padang, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus melakukan terobosan untuk mempermudah akses layanan administrasi bagi masyarakat. Salah satu langkah nyata yang akan segera diterapkan adalah peluncuran dua program layanan perizinan dengan konsep jemput bola mulai Juni 2026.
Dua program unggulan tersebut mencakup layanan perizinan yang dibuka pada hari libur dengan memanfaatkan momen Car Free Day (CFD), serta layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara langsung di lokasi. Inisiatif ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperoleh legalitas usaha mereka.
Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang cepat, efektif, dan responsif. Dengan pendekatan jemput bola, masyarakat tidak lagi harus datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mengurus perizinan.
Ia menjelaskan, setelah Lebaran Haji 2026, pihaknya akan mulai menjalankan dua program besar tersebut sebagai upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat secara langsung, tanpa harus menunggu warga datang ke pusat layanan.
Selain peningkatan layanan publik, perkembangan investasi di Kota Padang juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan pada awal tahun ini. Data dari DPMPTSP mencatat realisasi investasi pada Triwulan I 2026 telah mencapai lebih dari Rp643 miliar, tepatnya Rp643.629.798.126.
Fauzan menambahkan, sebagian besar investasi tersebut masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai sekitar Rp524 miliar. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi sekitar Rp119 miliar.
Jika dilihat dari sektor usahanya, investasi di Kota Padang didominasi oleh sektor tersier atau jasa yang mencapai 96,24 persen dari total investasi. Selanjutnya, sektor sekunder menyumbang 4,66 persen, dan sektor primer sebesar 0,11 persen.(da*)


