Notification

×

Iklan

Pemerintah Perkuat Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:18 WIB Last Updated 2026-05-26T01:18:08Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah terus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan sektor jasa keuangan guna menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan ekonomi daerah dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sangat bergantung pada kontribusi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi nasional merupakan akumulasi dari pertumbuhan di daerah. Karena itu, daerah harus terus diperkuat agar target besar tersebut dapat tercapai,” ujar Airlangga dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui Sinergi Kebijakan Lintas Sektor” di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Airlangga menyebut kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang cukup kuat, baik dari sisi korporasi maupun perekonomian nasional secara keseluruhan.

Ia menjelaskan, tingkat inflasi nasional saat ini terjaga di angka 2,4 persen, sementara depresiasi nilai tukar rupiah berada di kisaran 2,6 persen. Kondisi tersebut dinilai jauh lebih baik dibandingkan sejumlah periode tekanan ekonomi yang pernah terjadi sebelumnya.

Pemerintah juga terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan alokasi sekitar Rp300 triliun, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas UMKM hingga 34 persen serta berkontribusi terhadap kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 18 hingga 27 persen.

Hingga April 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat telah mencapai sekitar Rp111 triliun melalui berbagai skema pembiayaan.

Selain itu, pemerintah terus mempercepat pengembangan ekonomi digital bersama pemerintah daerah. Saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai USD150 miliar dan berpotensi meningkat hingga USD400 miliar pada 2030.

Airlangga menambahkan, apabila integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN berjalan optimal, potensi ekonomi digital ASEAN dapat mencapai USD2 triliun, dengan Indonesia diperkirakan mampu meraih sekitar USD600 miliar dari total nilai tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga memaparkan perkembangan program pengembangan industri semikonduktor nasional. Pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta semikonduktor dalam tiga tahun mendatang.

Pada tahap awal, sebanyak seribu peserta telah mengikuti program pelatihan, sementara jumlah pendaftar tercatat mencapai sekitar 4.500 orang.

Tak hanya fokus pada pengembangan sumber daya manusia, pemerintah juga mendorong daerah yang memiliki potensi silika untuk mengembangkan hilirisasi berbasis silika sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri semikonduktor nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update