Dharmasraya, Rakyatterkini.com - Sejumlah pembangunan Sekolah Rakyat (SR) kini sedang dikebut di berbagai wilayah Indonesia. Di Provinsi Sumatera Barat, salah satu proyek yang paling dikejar penyelesaiannya berada di Kabupaten Dharmasraya.
Sementara itu, di Kabupaten Tanah Datar, pembangunan masih berada pada tahap perencanaan dan diproyeksikan menjadi salah satu Sekolah Rakyat terbesar dengan daya tampung hingga 3.000 siswa.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah terus berlangsung dan ditargetkan selesai sesuai jadwal, sehingga dapat mulai digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Pemerintah memastikan proyek ini tidak akan terbengkalai, mengingat Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas.
Menteri PU Dody Hanggodo turun langsung ke sejumlah lokasi pembangunan untuk mengecek progres sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala teknis di lapangan. Menurutnya, langkah ini penting agar setiap hambatan bisa segera ditangani secara tepat.
Ia menyebutkan bahwa karakter pembangunan Sekolah Rakyat cukup kompleks karena dikerjakan secara serentak di banyak daerah dengan kondisi yang berbeda-beda, sehingga penanganannya tidak bisa disamakan.
Dody juga menegaskan bahwa meskipun terdapat sejumlah keterlambatan, seluruh pihak harus memastikan proyek tetap bisa diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan.
Untuk mempercepat pekerjaan, Kementerian PU telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta berbagai unsur terkait lainnya. Tenaga teknis tambahan juga dikerahkan ke sejumlah titik proyek.
Di beberapa lokasi yang mengalami keterbatasan sumber daya atau hambatan teknis, pemerintah membuka peluang dukungan lintas sektor, termasuk kemungkinan melibatkan personel Zeni TNI AD untuk membantu percepatan pembangunan.
Saat ini terdapat 93 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II yang tengah dikerjakan di seluruh Indonesia, dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Hingga pertengahan Mei 2026, progres fisik rata-rata telah mencapai sekitar 59 persen.
Pemerintah menekankan bahwa kualitas bangunan tetap menjadi prioritas utama. Sekolah Rakyat dirancang sebagai fasilitas pendidikan terpadu yang dapat membantu memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan yang lebih baik.
Setiap kawasan Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disediakan pemerintah daerah, lengkap dengan fasilitas modern seperti ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta asrama bagi siswa dan guru.(da*)


