Notification

×

Iklan

Pedagang Padang Keluhkan Kelangkaan Minyakita

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:55 WIB Last Updated 2026-05-07T16:55:00Z

Minyak goreng tanpa merek Minyakita.

Padang, Rakyatterkini.com – Sejumlah pedagang sembako di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat, mengeluhkan semakin sulitnya memperoleh pasokan minyak goreng Minyakita dalam beberapa waktu terakhir.

Tidak hanya stok yang terbatas, harga pembelian di tingkat distributor juga mengalami lonjakan cukup tajam dan sudah melampaui harga normal sebelumnya.

Salah seorang pedagang, Abdurahman, mengatakan bahwa saat ini harga Minyakita di tingkat grosir atau pemasok sudah berada di kisaran Rp210 ribu hingga Rp220 ribu per dus. Kenaikan tersebut turut berdampak pada harga jual eceran yang kini mencapai sekitar Rp19.000 per kilogram.

“Dulu masih sekitar Rp180 ribu per dus, sekarang sudah naik jadi Rp210 ribu bahkan lebih,” ujarnya saat ditemui pada Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, kondisi semakin sulit karena adanya pembatasan jumlah pembelian yang cukup ketat. Pedagang hanya diperbolehkan mengambil sekitar tiga hingga lima dus per hari.

Selain itu, terdapat aturan pembelian yang mengharuskan sistem bundling atau “perkawinan” produk. Artinya, jika pedagang ingin menambah jumlah Minyakita, mereka wajib membeli produk minyak goreng merek lain yang ditentukan oleh pemasok.

“Kalau mau ambil sampai 10 dus Minyakita, harus sekalian ambil 10 dus minyak merek lain seperti Sari Murni. Harganya juga ditentukan oleh pemasok kalau melebihi batas harian,” jelasnya.

Menurut Abdurahman, Minyakita merupakan barang penting dalam usaha ritel karena menjadi kebutuhan utama yang dicari pembeli. Minyak goreng sering menjadi produk awal yang ditanyakan konsumen sebelum membeli kebutuhan lain.

“Kalau minyak tidak ada, orang biasanya malas belanja kebutuhan lainnya,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa minyak goreng curah yang bisa menjadi alternatif justru tidak banyak membantu karena harganya juga tinggi, yakni sekitar Rp22.000 per kilogram. Kondisi ini membuat Minyakita tetap lebih diminati meskipun harganya naik.

Para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait bisa segera menstabilkan distribusi serta mempermudah akses pembelian tanpa syarat yang memberatkan.

“Harapan kami sederhana, distribusi lancar dan barang mudah didapat,” katanya.

Kelangkaan dan kenaikan harga Minyakita ini tidak hanya terjadi di Kota Padang, tetapi juga di wilayah lain seperti Kabupaten Pesisir Selatan, di mana harga per dus bahkan dilaporkan bisa mencapai Rp230 ribu.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update