![]() |
| Iran yakin blokade militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan di Selat Hormuz akan gagal mencapai tujuannya. |
Teheran, Rakyatterkini.com – Iran menyatakan keyakinannya bahwa blokade militer Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan di kawasan Selat Hormuz tidak akan mencapai tujuan yang diinginkan. Sejak 13 April, kapal-kapal perang AS disebut melakukan penjagaan ketat di kedua sisi selat tersebut setelah upaya perundingan damai dengan Iran di Pakistan gagal.
Dalam situasi itu, sejumlah kapal tanker maupun kargo yang hendak keluar atau masuk pelabuhan Iran dilaporkan dihentikan atau dipaksa untuk berbalik arah.
Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyebut langkah blokade AS tersebut tidak akan berhasil menekan Iran. Ia juga menegaskan bahwa jika tekanan tersebut terus berlanjut, opsi konflik bersenjata bisa saja dipertimbangkan.
Rezaei menambahkan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebenarnya memiliki berbagai strategi untuk menembus blokade, namun hingga kini belum diaktifkan. Ia juga menilai Iran berpotensi melakukan perlawanan langsung untuk mematahkan blokade di wilayah Selat Hormuz.
Lebih jauh, ia memaparkan kemungkinan skenario apabila konflik kembali pecah, di mana pertempuran bisa berpusat di wilayah pesisir selatan, meluas ke Isfahan, serta disertai aktivitas militer di bagian barat negara tersebut.
Ia juga memperingatkan bahwa serangan dari AS dan Israel dapat mencakup pengeboman hingga operasi pembunuhan di Teheran.
Sebelumnya, AS dan Israel disebut melakukan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta sejumlah wilayah di kawasan yang memiliki aset milik AS.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.300 orang sebelum tercapainya gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan Presiden Donald Trump pada 7 April. Menjelang berakhirnya masa gencatan senjata, Trump kemudian mengumumkan perpanjangan tanpa batas waktu setelah adanya permintaan dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Kepala Militer Asim Munir.(da*)


