Notification

×

Iklan

Jembatan Kendal Ambruk Diterjang Banjir Sungai Waridin

Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:18 WIB Last Updated 2026-05-16T04:18:00Z

Jembatan penghubung dua kecamatan di Kendal ambruk dan hanyut diterjang banjir. 

Jakarta, Rakyatterkini.com - Kendala akses antar dua kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, terputus total setelah sebuah jembatan penghubung di Desa Kumpulrejo (Kecamatan Kaliwungu) menuju Desa Kebonadem (Kecamatan Brangsong) roboh dan terseret arus banjir Sungai Waridin pada Jumat malam (15/5/2026).

Tidak hanya jembatan yang rusak parah, derasnya aliran banjir juga merusak jalan desa, menghanyutkan lapisan aspal, merobohkan tanggul penahan sungai, serta menenggelamkan pintu air utama. Akibatnya, air sungai meluap tanpa kendali dan mulai memasuki permukiman warga di sepanjang bantaran.

Kepala Desa Kumpulrejo, Edi Hariyanto, mengatakan bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak sore hari. Curah hujan yang ekstrem membuat debit Sungai Waridin naik secara cepat dalam waktu singkat.

Selain itu, arus banjir juga membawa material kayu dan sampah berukuran besar dari daerah hulu. Tumpukan material tersebut kemudian tersangkut di bagian bawah jembatan dan menghambat aliran air.

“Arus dari arah selatan sangat kuat dan membawa banyak kayu yang akhirnya menyumbat kolong jembatan. Karena tidak mampu menahan tekanan air yang bercampur material tersebut, jembatan akhirnya patah dan terbawa arus,” ujar Edi Hariyanto, Sabtu (16/5/2026).

Kerusakan tidak berhenti di situ. Tanggul sungai sepanjang sekitar 50 meter juga dilaporkan ambles dan longsor akibat terjangan arus yang sangat kuat.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga sekitar, karena tanpa tanggul pelindung, kawasan permukiman menjadi lebih rentan terendam banjir susulan apabila hujan kembali turun di wilayah hulu.

Hilangnya pintu air yang ikut terseret banjir juga memperburuk keadaan, karena aliran sungai kini bebas masuk ke area rumah warga.

Pemerintah Desa Kumpulrejo telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan meminta Pemerintah Kabupaten Kendal serta instansi teknis segera melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

“Kami berharap Pemkab Kendal segera memperbaiki tanggul yang rusak dan memasang kembali pintu air yang hilang. Ini sangat mendesak agar banjir tidak semakin meluas jika debit air kembali naik,” tambahnya.

Hingga Sabtu pagi, warga bersama perangkat desa masih melakukan pembersihan material sisa banjir serta memasang pembatas darurat di titik jalan yang longsor untuk mencegah terjadinya korban jiwa.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update