Notification

×

Iklan

Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:45 WIB Last Updated 2026-05-16T04:45:00Z

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Museum Marsinah

Jakarta, Rakyatterkini.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Museum Marsinah sekaligus rumah singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Museum tersebut rencananya dibuka untuk masyarakat secara gratis.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (16/5/2026), sebelum acara peresmian dimulai, Prabowo terlebih dahulu menyapa keluarga Marsinah. Ia juga meninjau salah satu bagian museum, termasuk kamar Marsinah, didampingi oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Dalam sambutannya, Prabowo secara resmi menyatakan peresmian Museum Marsinah dan rumah singgah tersebut di Nganjuk. Setelah itu, ia menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian fasilitas tersebut.

Sebelum peresmian, Prabowo bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta Andi Gani melakukan peninjauan isi museum. Berbagai koleksi ditampilkan, mulai dari pakaian peninggalan Marsinah, tas pribadi, hingga kliping koran yang mendokumentasikan kasus dan proses hukum terkait peristiwa yang menimpanya.

Museum ini terbagi dalam beberapa bagian pameran, seperti biografi Marsinah, diorama kondisi buruh pada era 1990-an, hingga kisah perjuangannya dalam membangun solidaritas pekerja. Marsinah digambarkan sebagai sosok yang tidak hanya menyuarakan aspirasi, tetapi juga berani mengambil risiko dalam perjuangannya.

Bagian lain menyoroti peristiwa tragis serta perjuangan keadilan pada Mei 1993, ketika Marsinah berada di garis depan dalam memperjuangkan hak upah buruh. Terdapat pula miniatur momen ketika ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 di Istana Negara.

Marsinah sendiri dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak buruh di Indonesia setelah wafat pada 1993 akibat perjuangannya membela rekan-rekannya di Sidoarjo. Namanya kini dikenang sebagai sosok pahlawan pekerja.

Menurut Andi Gani, pembangunan museum ini tidak menggunakan dana APBN, melainkan berasal dari iuran para buruh serta dukungan berbagai pihak, termasuk aparat dan keluarga Marsinah. Ia juga memperlihatkan salah satu peninggalan berupa pakaian terakhir yang dikenakan Marsinah.

Selain itu, museum juga menyimpan berbagai jejak sejarah perjuangan Marsinah dan akan dilengkapi rumah singgah bagi para peziarah. Pengelola memastikan museum dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat setelah resmi dibuka.

Acara peresmian ini dihadiri sekitar 7.000 buruh dari berbagai daerah seperti Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, hingga Jombang. Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk perwakilan serikat buruh internasional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta pimpinan MPR dan DPD RI.

Museum tersebut dijadwalkan mulai dibuka untuk umum sekitar tujuh hari setelah peresmian berlangsung, tanpa dipungut biaya bagi pengunjung.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update