Notification

×

Iklan

Herman Deru Ajak Kader NU Jadi Penggerak Solusi dan Toleransi

Minggu, 31 Mei 2026 | 01:19 WIB Last Updated 2026-05-30T18:19:00Z

Foto bersama

Jakarta, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengajak para kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi motor penggerak solusi sekaligus penjaga nilai toleransi di tengah cepatnya perubahan sosial dan kemajuan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan saat Herman Deru memberikan arahan dalam pembukaan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak NU (PD-PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah NU Sumatera Selatan di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat (29/5/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menuturkan bahwa dirinya telah lama memiliki keterikatan dengan NU, yakni lebih dari 30 tahun aktif dalam organisasi tersebut di Sumsel. Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga, terutama dalam hal membangun kebersamaan serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, kondisi ini menuntut kader NU untuk tidak sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi mampu menjadi pelaku perubahan yang memberi manfaat luas.

“Perubahan terjadi sangat cepat. Arus informasi juga begitu deras dan memengaruhi budaya masyarakat. Kader NU harus tampil sebagai penggerak perubahan, bukan hanya penonton,” ungkapnya.

Herman Deru menegaskan bahwa NU memiliki peran penting di Sumatera Selatan, sehingga para kadernya harus mampu menghadapi berbagai tantangan dengan sikap moderat, bijak, dan berorientasi pada solusi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga Sumsel yang selama ini dikenal sebagai daerah yang aman, rukun, dan harmonis meskipun memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama.

“Sumatera Selatan dikenal relatif minim konflik. Masyarakatnya religius, toleran, serta menjunjung budaya Melayu yang santun dan gotong royong. Kondisi ini harus terus dipertahankan bersama,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan dan memperkuat kerukunan sosial.

Ia juga berharap kader NU mampu menjadi pribadi yang solutif dan mampu memberikan jalan keluar atas berbagai persoalan, bukan justru memperkeruh keadaan.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru turut menyoroti meningkatnya sikap individualisme di masyarakat pascapandemi Covid-19. Ia menilai NU memiliki peran strategis dalam menghidupkan kembali nilai kepedulian sosial dan kebersamaan.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembentukan karakter masyarakat.

“Pembangunan harus seimbang antara aspek fisik, moral, dan kualitas manusia,” ujarnya.

Herman Deru juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program sosial yang dijalankan NU, seperti pembangunan fasilitas kesehatan, perpustakaan, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, ia menekankan tiga prinsip yang harus dimiliki kader NU, yaitu konsisten, konsekuen, dan cepat dalam bertindak.

“Yang paling penting adalah 3K: konsisten, konsekuen, dan kecepatan. Integritas itu penting, tetapi kesesuaian antara ucapan dan tindakan jauh lebih utama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam NU Sumatera Selatan, H. Hernoe Roesprijadji, menegaskan pentingnya pembekalan berkelanjutan bagi kader NU agar organisasi dapat berjalan lebih efektif.

Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH Hendra Zainudin, juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Sumsel yang memberikan materi langsung dalam kegiatan kaderisasi tersebut.

Kegiatan PD-PKPNU ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader NU yang lebih moderat, adaptif, serta mampu menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat di Sumatera Selatan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update