Notification

×

Iklan

Ekspor Sumbar Naik 22 Persen di Awal 2026

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:45 WIB Last Updated 2026-05-05T12:45:00Z

Aktivitas bongkar muat dan ekspor empor di Pelabuhan Teluk Bayur

Padang, Rakyatterkini.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat mencatat kinerja perdagangan luar negeri daerah ini menunjukkan tren yang beragam sepanjang Januari–Maret 2026.

Nilai ekspor Sumatera Barat pada periode tersebut mencapai US$788,30 juta, meningkat 22,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. 

Namun, khusus Maret 2026, nilai ekspor hanya sebesar US$180,35 juta, mengalami penurunan 18,11 persen dibandingkan Maret tahun sebelumnya.

Di sisi lain, impor Sumatera Barat justru mengalami lonjakan signifikan. Total impor Januari–Maret 2026 tercatat US$225,35 juta, atau naik tajam 156,12 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk Maret 2026 saja, nilai impor mencapai US$94,49 juta, melonjak 265,62 persen dibandingkan Maret 2025.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa dari sepuluh komoditas ekspor utama, sektor produk kimia (HS 38) mencatat kenaikan paling tinggi dengan nilai US$25,36 juta atau naik 146,65 persen. 

Sebaliknya, penurunan terbesar terjadi pada minyak atsiri dan produk wewangian (HS 33) yang turun menjadi US$3,46 juta atau merosot 35,83 persen.

Untuk tujuan ekspor, tiga negara utama masih didominasi oleh India, Pakistan, dan Mesir. India menjadi pasar terbesar dengan nilai US$206,18 juta, diikuti Pakistan US$144,58 juta, dan Mesir US$93,33 juta. Ketiganya menyumbang sekitar 56,33 persen dari total ekspor Sumbar.

Dari sisi sektor, ekspor hasil industri pengolahan dan pertambangan mengalami kenaikan masing-masing 23,91 persen dan 1.562,40 persen. Sementara itu, ekspor sektor pertanian turun 19,73 persen.

Komoditas ekspor terbesar masih didominasi lemak dan minyak hewan/nabati dengan nilai US$677,06 juta (naik 26,70 persen), disusul produk kimia dan ampas industri makanan. Adapun beberapa komoditas mengalami penurunan seperti karet, bahan nabati, kopi, teh, rempah, hingga buah-buahan.

India tetap menjadi pasar utama, terutama untuk komoditas Crude Palm Oil (CPO) yang mendominasi pengiriman.

Impor Sumbar Melonjak Tajam

BPS juga mencatat kenaikan signifikan pada impor Sumatera Barat. Dari lima kelompok barang utama, bahan bakar mineral menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$173,38 juta, naik 231,23 persen dibanding tahun sebelumnya.

Negara pemasok utama barang impor ke Sumbar masih didominasi Singapura (US$131,62 juta), disusul Malaysia, Argentina, Kanada, dan Australia.

Secara rinci, impor berdasarkan penggunaan menunjukkan lonjakan pada bahan baku/penolong, barang modal, dan barang konsumsi, masing-masing naik 155,59 persen, 291,74 persen, dan bahkan lebih dari 47.000 persen untuk barang konsumsi meski nilainya relatif kecil.

Komoditas utama impor masih didominasi produk energi seperti motor spirit (bensin) dan petroleum bitumen pada kelompok bahan bakar mineral. Selain itu, impor pupuk seperti potassium chloride dan ammonium sulphate juga tercatat meningkat.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa perdagangan luar negeri Sumatera Barat pada awal 2026 mengalami pertumbuhan ekspor yang stabil, namun diikuti lonjakan impor yang cukup tajam.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update