Solok, Rakyatterkini.com – Masyarakat sempat dihebohkan dengan beredarnya informasi terkait dugaan adanya perilaku menyimpang yang melibatkan sejumlah pelajar di Kota Solok.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solok menegaskan tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah penanganan secara serius.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Lusya Adelina, menekankan bahwa dalam proses penanganan kasus ini, perlindungan terhadap anak menjadi prioritas utama.
“Yang paling penting adalah hak anak harus kita utamakan. Jangan sampai mereka menjadi korban dan masa depannya terganggu. Kami tidak membiarkan begitu saja, tetapi melakukan penanganan secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor, seperti Dinas Sosial, DP3A, serta tenaga pendamping psikolog.
“Anak-anak ini masih memiliki masa depan. Kami sedang melakukan pendalaman untuk mengetahui sejauh mana persoalan ini terjadi dan bagaimana cara menghentikan rantainya,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, Disdik Kota Solok telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Sekolah Aman dan Nyaman yang melibatkan kepala sekolah serta para guru.
Pokja tersebut bertugas melakukan upaya pencegahan sekaligus penanganan awal jika ditemukan indikasi penyimpangan di lingkungan pendidikan.
“Jika masih bisa dicegah, akan diselesaikan di tingkat sekolah. Namun apabila sudah menyangkut aspek hukum, maka akan ditangani bersama lintas sektor terkait,” tegasnya.
Selain itu, Disdik juga menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk Bhabinkamtibmas, untuk memperkuat pengawasan lingkungan serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pemerintah daerah memastikan proses penanganan akan terus berjalan secara berkelanjutan, termasuk pendataan terhadap korban yang saat ini masih dilakukan oleh pihak terkait.
“Kami bergerak cepat sejak laporan awal diterima sekitar satu bulan lalu. Ke depan, asesmen terhadap orang tua juga akan diperkuat,” pungkasnya.(da*)


