Notification

×

Iklan

25 Provinsi Ikuti Gerakan Tanam Serentak 2026

Jumat, 01 Mei 2026 | 02:04 WIB Last Updated 2026-05-01T00:58:34Z

Ilustrasi tanam padi serentak. 

Padang, Rakyatterkini.com – Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan gerakan tanam serentak di lahan seluas 50.000 hektare pada Kamis (30/4/2026). 

Program ini digelar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa kegiatan utama dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, mencakup lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) tahun 2024 dan 2025, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025, serta lahan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Secara nasional, gerakan tanam ini melibatkan 25 provinsi dengan total target sekitar 50 ribu hektare. Rinciannya meliputi Oplah 2024 seluas 20.000 hektare, Oplah 2025 seluas 18.800 hektare, CSR 2025 seluas 10.322 hektare, serta rehabilitasi lahan pascabencana seluas 1.116 hektare.

Menurut Idha, program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam mengoptimalkan lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan serta mendukung keberlanjutan produksi padi nasional.

Percepatan masa tanam juga menjadi strategi untuk menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino yang dapat mengganggu produksi pangan akibat berkurangnya ketersediaan air dan perubahan pola musim tanam.

Ia menambahkan, percepatan ini juga menyasar lahan bekas bencana agar dapat segera kembali produktif sehingga tidak kehilangan waktu tanam.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendampingan di lapangan oleh penyuluh pertanian bersama petani agar pelaksanaan tanam serentak dapat berjalan maksimal.

Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti rice transplanter dan drone pertanian juga dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mengatasi keterbatasan tenaga di sektor pertanian.

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, pemerintah daerah, hingga para penyuluh dan petani.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam serentak menjadi salah satu kunci menjaga kestabilan produksi pangan nasional di tengah tantangan global dan perubahan iklim.

“Kita harus bergerak cepat. Penanaman serentak penting dilakukan agar produksi tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa daerahnya mendapatkan alokasi anggaran dari Kementerian Pertanian sebesar Rp228 miliar, ditambah Rp32 miliar untuk perbaikan lahan sawah yang mengalami kerusakan ringan seluas 2.800 hektare dan kerusakan sedang 1.100 hektare di 10 kabupaten/kota.

Ia menjelaskan, hingga saat ini progres perbaikan telah mencapai sekitar 60 persen, sementara penanaman sudah berada di angka 50 persen.

Mahyeldi berharap program tersebut dapat terus meningkatkan ketersediaan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah pada tahun 2026.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update