Notification

×

Iklan

Usulan Pajak Bensin AS Menuai Pro dan Kontra

Sabtu, 04 April 2026 | 18:37 WIB Last Updated 2026-04-04T11:37:00Z

Kelompok industri otomotif global mengusulkan penghapusan pajak bensin di Amerika Serikat (AS). 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sejumlah produsen otomotif besar dunia, termasuk Ford, Toyota, dan Hyundai, mengajukan usulan penghapusan pajak bensin di Amerika Serikat. Langkah ini dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar yang terus meningkat.

Sebagai penggantinya, mereka mendorong penerapan biaya jalan berdasarkan berat kendaraan. Meski dianggap sebagai alternatif, gagasan ini dinilai berpotensi menimbulkan kontroversi di kalangan konsumen.

Usulan tersebut datang dari Alliance for Automotive Innovation, organisasi yang menaungi berbagai produsen otomotif global. Presiden dan CEO-nya, John Bozzella, menyampaikan ide ini di tengah lonjakan harga bensin yang dipicu ketegangan AS dengan Iran.

Bozzella menyoroti bahwa kenaikan harga BBM mendorong konsumen beralih ke kendaraan hemat energi seperti hybrid, yang penjualannya mencapai 19 persen pada Januari 2026. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap Dana Perwalian Jalan Raya (Highway Trust Fund), yang selama ini mengandalkan pajak bensin sebagai sumber pendanaan utama.

“Jika tidak ada perubahan, Dana Perwalian Jalan Raya berpotensi menghadapi kesulitan keuangan lebih cepat,” kata Bozzella, dikutip Carscoops pada Sabtu (4/4/2026).

Saat ini, pajak bensin federal AS berada di angka 18,4 sen per galon, dan tidak naik sejak 1993. Jika disesuaikan dengan inflasi, seharusnya sudah berada di kisaran 42 sen per galon. Pemerintah cenderung enggan menaikkan pajak karena bisa menjadi isu yang tidak populer di mata publik.

Selain itu, kendaraan listrik tidak menggunakan bensin, sehingga tidak memberikan kontribusi pada dana tersebut. Sementara efisiensi bahan bakar kendaraan juga meningkat, sehingga pemasukan dari pajak per galon terus menurun. Beberapa negara bagian AS telah mencoba solusi alternatif, termasuk mengenakan biaya tambahan bagi pemilik kendaraan listrik.

Bozzella menawarkan pendekatan berbeda: mengganti pajak bensin dengan biaya berbasis berat kendaraan. Namun, hal ini dinilai berpotensi membebani pemilik kendaraan berat, seperti truk, SUV, maupun kendaraan listrik. Besaran biaya masih akan ditentukan oleh Kongres AS.

Usulan ini muncul menjelang berakhirnya RUU transportasi darat pada 30 September. Saat ini, Kongres sedang membahas paket pendanaan infrastruktur baru senilai 500–550 miliar dolar AS untuk lima tahun ke depan. Dalam diskusi, muncul berbagai opsi biaya, mulai dari sekitar 250 dolar per tahun hingga biaya satu kali mencapai 1.000 dolar, khusus bagi kendaraan listrik.

Dengan kondisi politik yang masih dinamis, masa depan kebijakan ini masih belum pasti dan berpotensi memicu pro-kontra di masyarakat AS.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update