Notification

×

Iklan

Stok Beras Bulog Tembus 5 Juta Ton

Sabtu, 25 April 2026 | 09:30 WIB Last Updated 2026-04-25T05:25:43Z

Bulog Sumbar Siap Serap Panen Raya

Jakarta, Rakyatterkini.com — Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tercatat telah mencapai 5.000.198 ton. Angka ini dianggap sebagai pencapaian penting dalam upaya memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada pangan nasional di tengah kondisi global yang penuh tantangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa tingginya stok beras tersebut mencerminkan meningkatnya hasil produksi petani dalam negeri sekaligus keberhasilan kebijakan pemerintah dalam menjaga pasokan pangan.

“Gudang-gudang Bulog saat ini dipenuhi beras hasil panen petani. Ini menandakan Indonesia berada dalam posisi swasembada pangan,” kata Rizal saat meninjau gudang Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026), bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Ia menjelaskan, seluruh fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik sendiri maupun kerja sama dengan pihak mitra, sudah terisi optimal. Dengan lebih dari 1.500 gudang internal serta sekitar 1.200 gudang mitra yang tersebar di berbagai daerah, proses penyimpanan dan distribusi beras dinilai dapat berjalan lebih efektif dan merata.

Menurutnya, ketersediaan cadangan beras dalam jumlah besar menjadi langkah antisipatif penting menghadapi berbagai risiko, seperti ketidakpastian geopolitik global hingga dampak kekeringan akibat fenomena El Nino. Selain menjaga ketersediaan pasokan, Bulog juga berfungsi sebagai penyeimbang harga pangan di tingkat nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari penyerapan hasil panen petani hingga penguatan sistem logistik pangan.

“Terima kasih kepada Bulog yang telah bekerja keras hingga stok beras pemerintah bisa menembus angka 5 juta ton,” ujarnya.

Sementara itu, di Sumatera Barat, Perum Bulog menyatakan kesiapan dalam menghadapi masa panen raya yang diperkirakan berlangsung pada akhir April hingga Mei 2026.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak awal tahun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani.

“Hingga saat ini, harga gabah di tingkat petani masih berada di kisaran Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen,” ungkapnya.

Harga tersebut dinilai masih menguntungkan bagi petani dan mampu mendorong semangat produksi di musim panen. Hingga pertengahan April, realisasi penyerapan gabah oleh Bulog Sumbar telah mencapai sekitar 52 persen atau setara 2.600 ton.

Bulog Sumbar optimistis target penyerapan tahun ini dapat tercapai, mengingat panen di sejumlah wilayah sentra produksi masih terus berlangsung.

Fokus penyerapan diarahkan ke daerah lumbung padi seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Dharmasraya. Di wilayah tersebut, Bulog memastikan kesiapan sarana penyimpanan serta jaringan distribusi agar hasil panen petani dapat terserap secara maksimal.

Selain itu, Bulog juga berupaya menjaga kestabilan harga agar tetap menguntungkan petani namun tetap terjangkau bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Bulog Sumatera Barat diharapkan mampu memaksimalkan momentum panen raya sekaligus menjaga ketersediaan beras di pasaran tetap stabil.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update