Padang, Rakyatterkini.com – Sebuah video yang memperlihatkan rombongan kendaraan berhenti di tikungan tajam Panorama 1 Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi perbincangan di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, rombongan terlihat turun dari kendaraan dan berfoto di tengah jalur pendakian yang dikenal ekstrem itu.
Dalam video yang beredar, sejumlah kendaraan yang mendapat pengawalan kepolisian tampak berhenti di badan jalan tepat di area tikungan Panorama 1. Para penumpang kemudian turun dan berfoto di lokasi tersebut, meski kondisi jalan dikenal berbahaya dan curam.
Aksi ini langsung berdampak pada arus lalu lintas. Kendaraan besar seperti truk terpaksa berhenti dan mengantre karena jalur tertutup oleh rombongan tersebut.
Peristiwa ini kemudian menuai kritik warganet karena dinilai mengganggu keselamatan dan kelancaran pengguna jalan lain. Video awalnya sempat viral di Instagram sebelum dihapus, namun kembali ramai dibahas setelah muncul di platform Threads.
Salah satu akun yang mengunggah ulang video itu menilai tindakan rombongan tersebut tidak tepat karena berhenti di tikungan berbahaya hanya demi berfoto. Ia juga menyoroti potensi risiko yang ditimbulkan bagi pengguna jalan lain.
Dalam unggahannya, akun Threads @joezenzie menyebut bahwa tindakan tersebut membahayakan, terlebih di lokasi yang merupakan jalur curam dan padat kendaraan berat.
Belakangan diketahui bahwa salah satu tokoh dalam rombongan tersebut adalah politisi Arteria Dahlan, yang juga merupakan mantan anggota DPR RI. Hal ini turut dikonfirmasi oleh Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori.
Ia menjelaskan bahwa pengawalan rombongan tersebut bukan dilakukan oleh PJR Ditlantas Polda Sumbar, melainkan oleh Satlantas Polres Solok Kota. Menurutnya, kejadian itu sudah terjadi sekitar satu minggu sebelumnya.
Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa rombongan tersebut tengah melakukan agenda kunjungan kerja sekaligus penyaluran bantuan sosial yang didokumentasikan di beberapa lokasi.
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa berhenti di titik rawan seperti tikungan tajam tetap sangat berisiko. Mereka juga mengingatkan bahwa pihak yang dikawal seharusnya memahami kondisi jalan yang dilalui.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian aparat kepolisian agar tidak terulang kembali, serta tidak dicontoh oleh pengguna jalan lainnya. Polisi juga menegaskan bahwa pengawalan tidak boleh mengabaikan keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Arteria Dahlan terkait kejadian tersebut belum mendapatkan tanggapan, meski pesan yang dikirim telah dibaca. (da*)


