Notification

×

Iklan

Riau Terdeteksi 310 Titik Panas, Bengkalis Terbanyak

Minggu, 05 April 2026 | 13:45 WIB Last Updated 2026-04-05T06:45:00Z

Proses pemadaman api.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat adanya 310 titik panas di wilayah Provinsi Riau. Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni mencapai 273 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P, menjelaskan bahwa selain Bengkalis, sebaran titik panas juga terpantau di sejumlah daerah lain. Kabupaten Pelalawan tercatat memiliki 15 titik, diikuti Kota Dumai sembilan titik, Indragiri Hulu tiga titik, Indragiri Hilir dua titik, serta masing-masing satu titik di Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.

Ia menambahkan, data tersebut merupakan pembaruan terakhir hingga Sabtu (4/4) pukul 07.00 WIB di Pekanbaru.

Secara regional, total titik panas di Pulau Sumatera mencapai 405 titik, dengan Riau sebagai penyumbang terbesar. Setelah itu, disusul Sumatera Selatan dengan 30 titik, Kepulauan Bangka Belitung 24 titik, Jambi 21 titik, Kepulauan Riau 14 titik, serta masing-masing dua titik di Aceh dan Sumatera Utara, dan satu titik di Bengkulu serta Lampung.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau mengungkapkan bahwa sejumlah titik panas tersebut telah terkonfirmasi sebagai titik api, khususnya di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan.

Di Pelalawan, kebakaran terjadi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Saat ini, kondisi di lokasi tersebut sudah memasuki tahap pendinginan, meskipun asap masih terlihat.

Adapun di Bengkalis, titik api terdeteksi di beberapa wilayah, antara lain Desa Titi Akar (Kecamatan Rupat Utara), Desa Teluk Lancar (Kecamatan Bantan), serta Desa Sekodi dan Desa Palkun (Kecamatan Bengkalis).

Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal, menyebutkan bahwa hingga kini kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya titik api disertai asap tebal.

Upaya penanganan terus digencarkan, mulai dari pemadaman oleh tim darat hingga operasi water bombing. Selain itu, dilakukan pula pengerahan alat berat untuk pembuatan sekat bakar dan embung, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mempercepat pengendalian kebakaran.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update