![]() |
| Pemulihan Pascabencana Sumbar Masih Terkendala, Mentan Ancam Tarik Dana |
Padang Pariaman, Rakyatterkini.com - Wilayah Padang Pariaman menghadapi dinamika cukup tinggi sepanjang pekan ketiga April 2026, khususnya dalam upaya pemulihan pascabencana.
Di tengah mulai pulihnya infrastruktur di Kabupaten Agam, pemerintah pusat justru menyoroti lambannya perbaikan lahan pertanian di daerah Padang Pariaman. Di sisi lain, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di kawasan pesisir.
Sorotan tajam datang dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan ke Lubuk Alung pada Selasa (14/4). Ia menyampaikan kekecewaan atas lambatnya pemulihan sawah yang terdampak banjir.
Bahkan, ia memberi peringatan tegas bahwa dana bantuan pusat sebesar Rp450 miliar bisa dialihkan ke daerah lain jika tidak ada percepatan signifikan dalam waktu dekat. Menurutnya, para petani membutuhkan kepastian nyata, bukan sekadar rencana tanpa realisasi.
Berbeda dengan sektor pertanian, perkembangan positif justru terlihat pada infrastruktur. Di Kabupaten Agam, sebanyak tujuh jembatan utama yang sebelumnya rusak akibat banjir bandang kini telah kembali difungsikan sejak 18 April.
Kembalinya akses ini berdampak besar terhadap kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terhambat.
Namun demikian, kondisi tersebut tetap dibayangi ancaman cuaca. Berdasarkan laporan terbaru BMKG, wilayah pesisir barat dan dataran tinggi di Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan deras disertai petir. Masyarakat, terutama di daerah rawan longsor seperti Sitinjau Lauik, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Dari sektor kesehatan, kejadian mengejutkan terjadi di Air Bangis, Pasaman Barat, pada 15 April.
Sebanyak 24 anak mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi jajanan bakso tusuk dan harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Sebagai respons terhadap persoalan kesehatan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat meluncurkan program “Pejabat Asuh Stunting”. Program ini mengharuskan setiap pejabat daerah terlibat langsung dalam pendampingan anak-anak yang mengalami stunting, dengan harapan angka kasus dapat ditekan pada tahun 2026.
Di sektor ekonomi, kabar penting datang dari Pasaman Barat setelah Kementerian ESDM menyetujui tujuh blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) pada 16 April. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan aktivitas tambang ilegal sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.
Sementara itu, di Bukittinggi, agenda penting berlangsung dengan kedatangan tokoh nasional Rano Karno yang disambut oleh Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus meresmikan Gedung Soekarno M. Noer di kampus UIN Bukittinggi, yang direncanakan menjadi pusat pengembangan literasi budaya di wilayah tersebut.
Menutup rangkaian pekan ini, tim Semen Padang FC menyatakan kesiapan mereka menghadapi Persijap Jepara. Manajemen optimistis semangat juang “Kabau Sirah” tengah berada dalam kondisi terbaik untuk memperbaiki posisi di klasemen, sekaligus menghidupkan kembali harapan para pendukung setia di Stadion Haji Agus Salim.(da*)


