Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah berupaya memperkuat penanganan hoaks di bidang kesehatan dengan mengedepankan langkah pencegahan sejak awal. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai platform digital agar masyarakat dapat mengakses informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai penyebaran hoaks kesehatan menjadi persoalan serius di ruang digital karena dampaknya menyentuh hampir seluruh lapisan masyarakat. Ia menyebut, selain isu politik, informasi palsu terkait kesehatan termasuk yang paling cepat menyebar.
Pernyataan tersebut disampaikan Nezar usai melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan dan tim Risk Communication and Community Engagement di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, upaya penanganan tidak cukup hanya mengandalkan patroli siber maupun laporan masyarakat, mengingat jumlah konten yang beredar sangat besar dan terus bertambah. Dalam kondisi tersebut, metode konvensional dinilai kurang efektif untuk menjangkau seluruh informasi yang berpotensi menyesatkan.
Sebagai langkah solusi, pemerintah mendorong pendekatan preventif dengan melibatkan platform digital, salah satunya melalui pemberian label atau keterangan pada konten kesehatan. Selain itu, juga diusulkan adanya verifikasi terhadap akun-akun yang secara resmi memproduksi informasi kesehatan.
Nezar menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan untuk membatasi kebebasan masyarakat dalam berbagi informasi, melainkan memberikan konteks yang jelas agar publik dapat menilai sumber informasi secara lebih tepat. Ia menilai penting bagi masyarakat untuk mengetahui apakah informasi yang beredar berasal dari tenaga kesehatan yang memiliki izin resmi atau tidak.
Lebih lanjut, ia menyampaikan perlunya penguatan kebijakan melalui sinergi lintas kementerian, termasuk rencana penyusunan nota kesepahaman antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Kementerian Kesehatan agar penanganan dapat berjalan lebih terarah.
Pendekatan pencegahan ini nantinya akan berjalan bersamaan dengan penindakan terhadap konten yang sudah terbukti berbahaya, dengan fokus utama tetap pada upaya mengurangi penyebaran sejak awal.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk platform digital, pemerintah berharap penanganan hoaks kesehatan dapat dilakukan secara lebih efektif sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang benar.
Dalam pertemuan tersebut juga hadir Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman serta Koordinator RCCE Rizky Ika Syafitri.(da*)


