Notification

×

Iklan

Pakistan dan Turki Dorong Perdamaian AS–Iran

Rabu, 15 April 2026 | 04:44 WIB Last Updated 2026-04-14T21:44:00Z


Pakistan bersama Turki dan sejumlah negara Arab berupaya mencegah pecahnya perang lanjutan antara Iran melawan Israel-AS 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pakistan bersama Turki serta sejumlah negara Arab terus mendorong upaya diplomatik untuk mencegah kemungkinan pecahnya konflik lanjutan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Berbagai komunikasi intensif masih dilakukan, dengan penegasan bahwa peluang perdamaian belum sepenuhnya tertutup.

Seorang pejabat Arab menyebutkan bahwa kondisi saat ini masih jauh dari kebuntuan total. Menurutnya, ruang dialog masih terbuka dan kedua pihak masih terus melakukan proses negosiasi.

“Situasinya belum buntu. Masih ada komunikasi dan pembicaraan yang berlangsung, seperti proses tawar-menawar,” ujar pejabat tersebut kepada media AS Axios, dikutip Selasa (14/4/2026).

Upaya meredakan ketegangan ini juga diperkuat dengan rencana pertemuan lanjutan antara perwakilan Pakistan, Mesir, dan Turki dengan delegasi Amerika Serikat serta Iran dalam beberapa hari ke depan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjembatani perbedaan yang masih ada agar tercapai kesepakatan dan mencegah eskalasi konflik.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyampaikan bahwa pemerintahnya sedang berusaha keras mempertemukan kembali AS dan Iran setelah pembicaraan sebelumnya belum menghasilkan kemajuan berarti. Ia menilai proses diplomasi yang berlangsung di Islamabad memiliki arti penting dalam sejarah hubungan kedua negara.

“Perundingan di Islamabad merupakan momen bersejarah tersendiri,” ujar Sharif dalam rapat kabinet, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan bahwa Pakistan saat ini tengah fokus menyelesaikan sejumlah isu utama yang masih menjadi ganjalan antara kedua pihak. Namun, waktu yang tersedia relatif singkat karena pembahasan dilakukan dalam masa gencatan senjata selama dua minggu yang segera berakhir.

“Berbagai upaya terus dilakukan untuk menuntaskan sejumlah persoalan yang belum selesai,” jelasnya.

Gencatan senjata selama dua pekan tersebut tercapai melalui peran diplomatik Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Mesir setelah konflik sebelumnya pecah pada 28 Februari. Kesepakatan sementara ini dianggap sebagai peluang penting menuju perdamaian yang lebih permanen.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menilai suasana perundingan masih cukup kondusif. Ia menilai masih ada peluang bagi kelanjutan dialog ke depan.

“Saya tidak ingin berspekulasi, tetapi peluang itu masih ada,” ujarnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update