Padang, Rakyatterkini.com - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata terus mempercepat upaya untuk meraih predikat sebagai Kota Gastronomi.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Royal Asia College guna meningkatkan kualitas kuliner tradisional agar tampil lebih modern, menarik, dan mampu menjangkau berbagai kalangan, termasuk wisatawan.
Dalam kegiatan inovasi kuliner yang baru saja digelar, berbagai jajanan pasar diperkenalkan kembali dengan tampilan baru yang lebih premium, tanpa menghilangkan cita rasa khasnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati, menyatakan dukungannya terhadap inovasi tersebut sebagai bentuk nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa selama ini Padang dikenal dengan oleh-oleh seperti keripik balado atau sanjai. Sementara itu, pilihan makanan khas berupa jajanan manis masih tergolong terbatas. Oleh sebab itu, menghadirkan tampilan baru pada kuliner tradisional tanpa menghilangkan identitas Minangkabau dinilai sebagai solusi inovatif.
Direktur Royal Asia College, Arisman, menyebutkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Pemko Padang sejak 2020 dan berkomitmen untuk mengembangkan potensi lokal. Melalui program ini, mereka mencoba menggali kekayaan kuliner tradisional dengan sentuhan modern yang lebih berkelas.
Beberapa kreasi yang menjadi perhatian antara lain Onde-onde Creampuff dan Bubur Sumsum Mutiara Roll Cake. Onde-onde yang selama ini dikenal sebagai jajanan tradisional, kini diolah menjadi kue sus dengan tekstur renyah namun tetap mempertahankan isi khasnya.
Selain itu, bubur sumsum yang identik dengan kuah santan juga diolah menjadi bolu gulung kekinian. Dalam sajian tersebut, rasa khas bubur sumsum tetap dipertahankan sehingga menghadirkan pengalaman baru tanpa menghilangkan ciri tradisionalnya.
Untuk keberlanjutan program, Arisman mengungkapkan bahwa resep-resep inovasi tersebut akan dipatenkan. Setelah peluncuran resmi, pihaknya juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat, terutama pelaku UMKM, agar dapat memproduksi dan memasarkan produk tersebut sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi.
Ke depan, peluang kerja sama masih terbuka luas. Diharapkan berbagai pihak, termasuk OPD, dapat turut berkolaborasi dalam menghadirkan program pelatihan kewirausahaan bersama Royal Asia College.
Tidak hanya itu, melalui kerja sama dengan asosiasi perhotelan, produk kuliner hasil inovasi ini juga diupayakan masuk ke menu hotel-hotel di Padang. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata kuliner sekaligus mendukung pengembangan gastronomi di ibu kota Sumatera Barat tersebut.(da*)


