Notification

×

Iklan

Munas IPSI Jadi Titik Awal Pencak Silat Menuju Olimpiade

Senin, 13 April 2026 | 18:45 WIB Last Updated 2026-04-13T11:45:00Z

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy

Padang, Rakyatterkini.com — Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. 

Forum ini sekaligus menandai arah baru kepemimpinan serta penguatan strategi nasional guna membawa pencak silat Indonesia tampil di kancah internasional.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil Munas tersebut melalui langkah nyata dan terukur di tingkat daerah.

Dalam forum itu, terjadi pergantian kepemimpinan Pengurus Besar IPSI untuk periode 2026–2030, dari Prabowo Subianto kepada Sugiono. Transisi ini diharapkan membuka babak baru dalam upaya pengembangan pencak silat di Tanah Air.

Perubahan kepemimpinan tersebut dinilai penting untuk memperkuat sinergi program pembinaan sekaligus mempercepat langkah menuju pengakuan global, termasuk peluang masuk dalam ajang Olimpiade.

Sebagai Ketua IPSI Sumatera Barat, Vasko menegaskan bahwa Munas harus dipandang sebagai momentum strategis untuk menyatukan langkah seluruh jajaran IPSI, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Ia menyebut, Munas bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan ajang konsolidasi nasional agar pencak silat mampu naik kelas dan bersaing di level dunia.

Menurutnya, kebijakan yang dihasilkan dalam Munas, seperti peningkatan kualitas pembinaan, pengembangan atlet, serta ekspansi ke tingkat internasional, harus segera diwujudkan melalui program konkret di daerah.

Ia juga memastikan bahwa IPSI Sumbar akan fokus pada pembinaan atlet sejak usia dini, peningkatan kompetensi pelatih, serta penyelenggaraan kompetisi secara berjenjang dan berkesinambungan.

Lebih jauh, Vasko menilai Sumatera Barat memiliki peran penting dalam perkembangan pencak silat nasional. Selain memiliki akar budaya silat yang kuat, daerah ini juga berpotensi melahirkan atlet berprestasi di tingkat dunia.

Ia menegaskan bahwa kekayaan budaya tersebut harus mampu diolah menjadi prestasi nyata, sehingga Sumbar tidak hanya dikenal sebagai penjaga tradisi, tetapi juga sebagai penghasil atlet juara dunia.

Sejalan dengan kepemimpinan baru di tingkat pusat, ia juga menyoroti pentingnya menjadikan pencak silat sebagai sebuah ekosistem yang tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga pada pelestarian budaya dan penguatan ekonomi.

Menurutnya, pengembangan pencak silat ke depan harus bertumpu pada tiga aspek utama, yaitu prestasi, budaya, dan ekonomi olahraga. Dengan pendekatan ini, pencak silat diharapkan tidak hanya menjadi simbol identitas bangsa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Ia menambahkan, pencak silat juga berpotensi mendorong sektor sport tourism dan ekonomi kreatif, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Vasko turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, IPSI, perguruan silat, serta berbagai pihak terkait dalam mewujudkan target tersebut.

Menurutnya, sinergi yang kuat menjadi kunci agar pencapaian di tingkat global dapat diraih secara maksimal, dan Sumatera Barat siap berperan aktif dalam gerakan nasional tersebut.

Dengan adanya kepemimpinan baru di tingkat pusat, dukungan kebijakan nasional, serta kekuatan tradisi yang dimiliki daerah, Sumatera Barat optimistis dapat mengambil peran strategis dalam mendorong pencak silat Indonesia semakin dikenal dunia hingga menembus Olimpiade.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update