Notification

×

Iklan

Masjid Baitul Jalal Resmi Dibuka, Jadi Pionir Smart Surau Padang

Minggu, 05 April 2026 | 14:45 WIB Last Updated 2026-04-05T07:45:00Z

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir saat meresmikan Musala Baitul Jalal menjadi masjid

Padang, Rakyatterkini.com – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan pentingnya mengembalikan martabat masjid sebagai pusat peradaban sekaligus episentrum pendidikan karakter bagi generasi muda.

Hal ini disampaikan saat peresmian Musala Baitul Jalal menjadi masjid di Kompleks Jala Utama RW 03, Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Sabtu (4/4/2026).

Dalam sambutannya, Maigus Nasir mengajak masyarakat menelusuri sejarah panjang bangsa, khususnya di Ranah Minang, dan menyoroti peran krusial masjid maupun surau di masa lalu. 

Meski tanpa dukungan teknologi modern, surau terbukti mampu mencetak generasi unggul yang melahirkan tokoh nasional dan internasional, seperti Agus Salim, Mohammad Hatta, Buya Hamka, dan Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi.

“Sejarah ini seharusnya menjadi motivasi besar. Dulu, tanpa listrik dan teknologi canggih, surau berhasil mencetak generasi luar biasa. Kini, untuk membentuk generasi tangguh di era digital, kita perlu menyiapkan fasilitas memadai melalui konsep Smart Surau,” ujar Maigus Nasir.

Wakil Wali Kota juga memberi apresiasi terhadap program Subuh Mubarakah yang digagas Pemerintah Kota Padang. Program ini berhasil mengajak sekitar 67 ribu anak mengikuti salat Subuh berjemaah di masjid dan musala se-Kota Padang. Efek positifnya juga melibatkan orang tua, sehingga rumah ibadah kembali ramai dan hidup.

“Kami berharap Masjid Baitul Jalal menjadi pionir Smart Surau di Kota Padang. Mari perkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Kota Padang yang maju, religius, dan sejahtera,” harapnya.

Selain itu, Maigus Nasir menitipkan pesan kepada pengurus masjid agar mengoptimalkan fungsi rumah ibadah, tidak hanya untuk ritual ibadah, tetapi juga berbagai kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. 

Ia menekankan tiga pilar utama: idarah (manajemen yang baik), imarah (memakmurkan masjid dengan kegiatan positif), dan riayah (pemeliharaan fisik dan fasilitas masjid).

Ketua Pengurus Masjid Baitul Jalal, Syafrial Nadir, menceritakan sejarah singkat masjid ini. Bangunan awalnya berstatus musala dan didirikan pada 2008. Seiring bertambahnya jumlah warga, kapasitasnya kini tidak lagi memadai, terutama pada hari besar. “Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan banyak pihak, musala ini kini resmi menjadi masjid yang lebih luas, nyaman, dan representatif,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, acara peresmian juga diwarnai penyerahan dana pokok pikiran (pokir) senilai Rp50 juta dari anggota DPRD Kota Padang, Defi Febrida, untuk perluasan dan optimalisasi sarana prasarana Masjid Baitul Jalal.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update