Jakarta, Rakyatterkini.com – Tim Nasional Italia kembali gagal mengamankan tiket ke ajang Piala Dunia. Sepak bola di Negeri Menara Pisa kini menghadapi berbagai persoalan yang membuat mereka kembali absen dari turnamen terbesar tersebut.
Pada laga final play-off Piala Dunia 2026, Italia harus mengakui keunggulan Bosnia & Herzegovina. Bertanding di Stadion Bilino Polje, Zenica, pekan lalu, Gli Azzurri bermain imbang 1-1 di waktu normal, namun akhirnya kalah dengan skor 1-4 melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan tersebut, hanya satu pemain Italia yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, seluruh penendang dari Bosnia berhasil mencetak gol tanpa kesalahan.
Pelatih asal Italia, Michele Santoni, turut mengulas penyebab kegagalan timnya yang kini tercatat tiga kali berturut-turut gagal tampil di Piala Dunia. Santoni, yang saat ini menangani klub Serie C Pro Vercelli, menilai masalah utama terletak pada pembinaan usia muda dan tingginya jumlah pemain asing di kompetisi domestik.
Ia menyebut, kurangnya fasilitas dan sistem pengembangan pemain muda menjadi hambatan serius bagi kemajuan sepak bola Italia. Selain itu, di level tim U-20 klub-klub besar, pemain asing justru lebih dominan dibandingkan pemain lokal.
Santoni juga menyoroti kondisi di mana banyak pemain muda Italia justru bermain di kasta kedua seperti Serie B. Sementara itu, pemain muda dari negara lain seperti Inggris dan Jerman sudah mendapat kepercayaan tampil di liga utama seperti Premier League dan Bundesliga.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa Italia mulai tertinggal dalam hal pengembangan talenta muda.(da*)


