Notification

×

Iklan

Iran Klaim Misi Penyelamatan AS Gagal Total

Senin, 06 April 2026 | 00:45 WIB Last Updated 2026-04-05T18:48:07Z

Iran menembak dua helikopter Black Hawk 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Iran menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat (AS) untuk mengevakuasi pilot jet tempur F-15E yang ditembak jatuh pada Jumat (3/4/2026) tidak berhasil. Bahkan, sejumlah armada militer AS yang diterjunkan dalam misi pencarian dilaporkan hancur di wilayah Iran.

Juru bicara markas komando militer pusat Iran, Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil menembak jatuh dua helikopter jenis Black Hawk serta satu pesawat angkut Hercules C-130 yang terlibat dalam operasi tersebut.

Rekaman video yang memperlihatkan serpihan pesawat tersebar di kawasan luas di Isfahan juga beredar di media sosial.

Zolfaghari menyebutkan bahwa upaya penyelamatan yang dilakukan pihak AS gagal total. Ia menambahkan bahwa sejumlah target udara milik “musuh” berhasil dilumpuhkan di wilayah selatan Isfahan, dan kini dalam kondisi terbakar, sebagaimana disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Minggu (5/4/2026).

Namun, pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan dari pihak Amerika Serikat. Seorang pejabat AS yang dikutip oleh The New York Times (NYT) menyebutkan bahwa kopilot pesawat tempur F-15E yang jatuh di wilayah Iran tengah telah berhasil dievakuasi ke Kuwait untuk mendapatkan perawatan medis.

Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan bahwa kopilot tersebut berhasil diselamatkan melalui salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah militer AS. Ia memastikan bahwa kondisi korban dalam keadaan stabil meskipun mengalami luka.

Operasi penyelamatan yang berlangsung selama dua hari itu melibatkan ratusan personel pasukan khusus, puluhan pesawat, serta dukungan teknologi pengintaian dari luar angkasa dan siber.

Dilaporkan, setelah berhasil keluar dari pesawat, pilot sempat bersembunyi di celah pegunungan. Pada awalnya, posisinya tidak terdeteksi oleh kedua pihak, namun keberadaannya akhirnya diketahui berkat alat pelacak dan radio yang dibawanya.

Informasi juga menyebutkan bahwa kopilot tersebut bertugas sebagai petugas sistem persenjataan dalam pesawat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update