Jakarta, Rakyatterkini.com– Iran mengumumkan akan meningkatkan serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah serta wilayah Israel sebagai bentuk pembalasan atas serangan yang menimpa infrastrukturnya.
Serangan terbaru AS menimpa sebuah jembatan besar yang akan segera dibuka di Kharaj, Iran, menewaskan sedikitnya delapan orang.
Pihak AS mengklaim menyerang jembatan tersebut untuk memutus jalur distribusi rudal Iran, meskipun hingga kini belum ada bukti bahwa fasilitas itu digunakan untuk keperluan militer.
Juru bicara markas besar komando militer Iran, Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa serangan balasan Iran akan jauh lebih kuat dibandingkan aksi sebelumnya.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, mengancam akan menyerang Iran habis-habisan hingga “kembali ke zaman batu”. Trump juga menegaskan bahwa AS siap menghancurkan seluruh pembangkit listrik, ladang minyak, Pulau Kharg, dan fasilitas desalinasi jika Iran menolak kesepakatan dan tidak membuka blokade Selat Hormuz.
“Kami menegaskan kembali bahwa jika ancaman itu direalisasikan, angkatan bersenjata Iran akan menargetkan area yang lebih luas dan strategis, termasuk kepentingan investasi negara-negara yang bersekutu dengan AS, dengan serangan yang lebih besar dan kuat,” ujar Zolfaghari, dikutip dari kantor berita ISNA, Sabtu (4/4/2026).
Ia juga mendesak negara-negara di Timur Tengah agar menekan AS untuk menarik pasukannya dari kawasan, guna meminimalkan dampak kerusakan.
Iran sebelumnya menyerang wilayah Israel serta target militer dan kepentingan AS di Timur Tengah sebagai respons atas operasi militer gabungan kedua negara pada 28 Februari. Serangan Iran tidak hanya menargetkan fasilitas militer AS, tetapi juga misi diplomatik, kantor perusahaan, dan kepentingan lain milik AS.(da*)


