Notification

×

Iklan

Gerakan Pangan Murah Cegah Inflasi Sumbar Selama Ramadan

Minggu, 05 April 2026 | 08:15 WIB Last Updated 2026-04-05T01:15:00Z

TPID dan Operasi Pasar Stabilkan Harga Pangan di Sumbar

Padang, Rakyatterkini.com — Upaya menekan inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar terbukti efektif menjaga stabilitas harga di Sumatera Barat selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, M. Abdul Madjid Ikram, mengungkapkan bahwa inflasi daerah pada Maret 2026 hanya tercatat 0,04 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,41 persen.

“Pengendalian inflasi selama Ramadan dan Idul Fitri cukup berhasil. Sinergi antara operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah mampu menjaga kestabilan harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/4/2026).

Secara kumulatif, Sumatera Barat bahkan mencatat deflasi 0,82 persen sejak Januari hingga Maret 2026. Sementara inflasi tahunan (year-on-year/yoy) berada pada level 3,37 persen, masih dalam rentang target nasional sebesar 2,5±1 persen.

Madjid menjelaskan bahwa tekanan inflasi pada Maret terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seiring meningkatnya permintaan selama Ramadan. Beberapa komoditas, seperti daging ayam ras, jengkol, dan ikan tongkol, mengalami kenaikan harga.

Meski demikian, kenaikan tersebut berhasil dikompensasi oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan utama. Cabai merah, bawang merah, dan beras tercatat mengalami deflasi berkat pasokan yang melimpah dan distribusi yang lancar berkat kerja sama antar daerah.

Selain itu, penurunan harga emas global dan kebijakan diskon tarif angkutan udara selama hari besar keagamaan juga membantu menahan laju inflasi.

Madjid menegaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang terus memperkuat sinergi lintas sektor.

Ke depan, BI bersama TPID akan terus memperkuat operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah, khususnya untuk menjaga stabilitas harga pascabencana dan menghadapi potensi gangguan pasokan akibat cuaca ekstrem.

Selain itu, penguatan kerja sama antar daerah berbasis neraca pangan serta peningkatan produktivitas pertanian melalui program Sekolah Lapang juga menjadi fokus utama.

“Inflasi Sumatera Barat diperkirakan tetap terkendali sesuai target nasional. Namun, risiko global seperti fluktuasi harga energi dan pangan tetap perlu diwaspadai,” pungkas Madjid.

Dengan langkah-langkah tersebut, stabilitas harga diharapkan terus terjaga, sekaligus mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update