Notification

×

Iklan

Darmawan Prasodjo Raih Green Leadership PROPER 2025

Jumat, 10 April 2026 | 02:34 WIB Last Updated 2026-04-09T21:07:33Z

Penyerahan penghargaan Green Leadership PROPER 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Direktur Utama Darmawan Prasodjo kembali mencatat prestasi dengan menerima penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan tersebut menjadi kali ketiga yang berhasil diraihnya, sekaligus menunjukkan konsistensi kepemimpinan dalam mendorong transformasi hijau di lingkungan PT PLN (Persero).

Di bawah kepemimpinan Darmawan, kinerja lingkungan PLN juga mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang 2025, perusahaan pelat merah ini berhasil meraih 11 penghargaan PROPER Emas serta 35 PROPER Hijau dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan hidup. Capaian ini menjadi bukti bahwa prinsip keberlanjutan telah terintegrasi dalam operasional bisnis perusahaan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang memberikan apresiasi kepada para pimpinan perusahaan atas kontribusi mereka dalam mendorong praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Hanif menyampaikan terima kasih kepada para pimpinan perusahaan yang telah menjalankan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Menurutnya, langkah tersebut berperan penting dalam efisiensi penggunaan sumber daya, pencegahan pencemaran, hingga memberikan dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa PROPER berfungsi sebagai panduan bagi dunia usaha untuk menerapkan prinsip ekonomi hijau dalam kegiatan bisnisnya. Selain itu, program ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya sekadar memenuhi aturan, tetapi juga melampauinya dalam pengelolaan lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Darmawan Prasodjo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan kepada PLN. Ia menegaskan bahwa PROPER bagi PLN bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga menjadi bagian dari percepatan transformasi perusahaan.

Ia menjelaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan emisi karbon, serta pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

Darmawan juga menegaskan komitmen PLN untuk menyediakan listrik yang andal sekaligus ramah lingkungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ke depan, PLN akan terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.

Selain itu, PLN juga mendorong inovasi teknologi hijau, memperluas kolaborasi global, serta menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan. Menurutnya, PROPER menjadi momentum penting untuk mengubah pendekatan dari sekadar kepatuhan menjadi pelopor dalam transisi energi.

Darmawan menambahkan bahwa tugas PLN saat ini tidak hanya memastikan pasokan listrik tetap andal, tetapi juga memastikan energi yang dihasilkan semakin bersih dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi, PLN terus menjalankan berbagai program dekarbonisasi dan pengembangan energi terbarukan. Dalam periode 2021 hingga 2025, perusahaan berhasil meningkatkan penurunan emisi karbon dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

Selain itu, kapasitas energi baru terbarukan yang dikelola PLN juga mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025. Di sisi lain, PLN turut mengembangkan pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada tahun yang sama.

Dalam langkah dekarbonisasi lainnya, sejak 2023 PLN telah mengembangkan teknologi hidrogen melalui pembangunan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berlokasi di PLTGU Muara Karang, Jakarta. Kemudian pada 2024, PLN juga menghadirkan GHP berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara yang berada di PLTP Kamojang, Jawa Barat.

Saat ini, kelebihan produksi hidrogen dari berbagai pembangkit PLN telah dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas sekitar 203 ton per tahun.

Ke depan, hidrogen hijau ini diharapkan dapat dimanfaatkan lebih luas, mulai dari bahan bakar co-firing pada PLTU, energi untuk transportasi ramah lingkungan, hingga kebutuhan industri.

Darmawan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh inisiatif yang dilakukan PLN diharapkan tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian, seperti penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, dan pembangunan infrastruktur nasional.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update