Notification

×

Iklan

Bendahara Desa Sungai Buluh Bantah Tudingan Penipuan SKGR, Sebut Dirinya Justru Korban

Sabtu, 11 April 2026 | 15:00 WIB Last Updated 2026-04-11T08:00:00Z

Ilustrasi.

Kuansing, Rakyatterkini.com - TM (45), Bendahara Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten, Kuantan Singingi, Provinsi Riau, membantah tudingan penipuan yang dilaporkannya ke media online. 

Ia mengaku SKGR yang diduga palsu itu dipaksa ditandatangani oleh SL dan suaminya untuk agunan pinjaman ke Bank.

"Penandatangan dokumen SKGR tersebut disaksikan dan dipaksa oleh SL dan suami saya sendiri. Jadi ini sama sekali tidak ada transaksi jual beli, ini murni untuk kepentingan suami saya dan SL," kata TM.

TM mempertanyakan kerugian yang dialami SL, karena justru SL yang diuntungkan dari pencairan pinjaman ke bank. "Kok sekarang SL pula yang merasa dirugikan, justru saya yang menjadi korban atas kepentingan mereka berdua," ujarnya.

"Tanah seluas 20.000 meter persegi tersebut merupakan objek sah milik saya. Itu pemberian orang tua saya, adapun SKGR dibuat atas nama SL itu hanya pinjam nama untuk kepentingan kredit Bank," jelas TM.

Kasus ini bermula ketika TM menolak peralihan nama di SKGR, namun suaminya terus mendesak untuk mencari pinjaman guna menambah modal usaha. Atas desakan tersebut, TM akhirnya menandatangani SKGR yang kemudian digunakan sebagai agunan kredit ke Bank.

"Kalau kredit atas nama saya tak bisa karena ada terutang di Bank. Sehingga waktu itu suami menggunakan nama SL, dan itu atas persetujuan SL sendiri, karena saat itu saya percaya terhadap suami dan SL ini," katanya.

TM mengaku tidak mengetahui berapa jumlah pinjaman yang dicairkan Bank, sebab suaminya dan SL yang sendiri mengambil uang tersebut. Sejak itu TM mengaku suaminya tidak pernah menampakkan diri dan meninggalkan persoalan ini.

"SKGR itu dibuat untuk kepentingan suami dan SL mengajukan kredit ke Bank, dan pencairan mereka berdua yang lakukan. Setelah itu, suami saya minggat tak tau keberadaannya sehingga saya yang terbebani membayar angsuran tiap bulan," terangnya.

"Sekarang saya dilaporkan ke Polres atas tudingan dugaan penipuan dan pemalsuan SKGR, rasanya aneh saja karena saya tak pernah menipu SL. Oleh karena itu saya minta keadilan penegak hukum, karena justru saya ini korban," imbuhnya. (hend)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update