Notification

×

Iklan

Bali Siapkan Water Taxi, Percepat Perjalanan Bandara–Canggu

Kamis, 09 April 2026 | 00:45 WIB Last Updated 2026-04-08T21:31:06Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Perhubungan berencana menghadirkan layanan water taxi di Bali sebagai bagian dari pengembangan transportasi laut. Proyek ini ditargetkan mulai konstruksi pada Agustus 2026 dengan estimasi investasi awal sekitar Rp1,21 triliun.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa water taxi menjadi langkah strategis untuk menghubungkan moda transportasi darat, laut, dan udara di Pulau Dewata. Layanan ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan sekaligus meningkatkan mobilitas wisatawan.

Rute awal water taxi akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu, yang sering mengalami kemacetan. Kajian menunjukkan perjalanan darat dari bandara ke Canggu bisa mencapai 1–2 jam, sementara jalur laut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

“Water taxi merupakan alternatif transportasi yang mendukung integrasi antara darat, laut, dan udara, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali,” kata Menhub Dudy saat rapat dengan Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026).

Saat ini, proyek masih dalam tahap penyusunan studi kelayakan dan perencanaan teknis. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut tengah menyelesaikan dokumen pra-desain, studi kelautan, serta detail engineering design (DED). Pemerintah menargetkan pembangunan fisik akan selesai pada 2027.

Pembangunan water taxi juga akan dilengkapi fasilitas pendukung, seperti pelabuhan dan breakwater di beberapa lokasi strategis, termasuk sekitar Bandara Ngurah Rai dan pesisir Canggu. Langkah ini penting untuk menjamin keselamatan dan keamanan operasional, mengingat kondisi perairan yang dinamis.

Selain water taxi, pemerintah juga mendorong pengembangan pelabuhan di Bali, misalnya di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan di lintas Ketapang–Gilimanuk, terutama pada masa liburan panjang.

Dudy menambahkan, pemerintah menyiapkan langkah jangka pendek berupa penambahan dermaga dan penyediaan pelabuhan alternatif, serta langkah jangka panjang dengan pengembangan pelabuhan di wilayah utara dan timur Bali, agar distribusi arus kendaraan lebih merata.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update