Notification

×

Iklan

Udin Akhirnya Bisa Mendengar Dunia Setelah 25 Tahun Sunyi

Senin, 16 Maret 2026 | 08:18 WIB Last Updated 2026-03-16T01:18:00Z

Dunia Udin Tak Lagi Sunyi: Saat Suara Pertama Menyapa di Gubuk Sederhana

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Untuk sebagian orang, suara bising di jalan atau tetangga yang berisik bisa terasa menjengkelkan. Namun bagi Udin, pemuda asal Nagari Lareh Nan Panjang Barat, kebisingan itu justru menjadi hadiah yang telah dinantikannya lebih dari 25 tahun.

Sabtu (14/3/2026) pagi, keheningan di gubuk sederhana milik Ibu Beyok di Kecamatan VII Koto Sungai Sariak pecah oleh momen penuh haru. Udin, yang selama puluhan tahun hidup dalam sunyi, akhirnya bisa mendengar “irama” dunia untuk pertama kalinya.

Perubahan besar itu terjadi ketika Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengunjungi rumahnya. Kedatangan bupati bukan sekadar kunjungan resmi biasa. Ia membawa sebuah alat kecil—teknologi sederhana namun sarat makna—yang menjadi jembatan bagi Udin untuk keluar dari keheningan panjangnya.

Dengan penuh kehati-hatian, Bupati memasangkan alat bantu dengar itu di telinga Udin. Saat itulah hidup pemuda tersebut berubah, dari yang sebelumnya hanya mengandalkan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan keluarga, menjadi mampu menangkap suara-suara di sekitarnya.

Alat bantu dengar ini hadir bukan dari anggaran rutin, melainkan hasil dari gerakan donasi sukarela. Pemerintah Kabupaten, Tim Penggerak PKK, dan sejumlah donatur bahu-membahu menyisihkan dana untuk memberikan kesempatan Udin kembali menikmati dunia suara.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa membantu Udin. Semoga ini menjadi awal baru baginya, agar bisa berkomunikasi lebih lancar dan menatap masa depan lebih cerah,” ujar John Kenedy Azis pada Sabtu (14/3).

Begitu alat itu aktif, mata Udin berbinar penuh kebingungan sekaligus sukacita. Suara yang selama ini hanya ia rasakan sebagai getaran samar kini hadir dengan makna baru, menghadirkan dunia yang berbeda bagi pemuda tersebut.

Meski begitu, perjalanan Udin masih panjang. Dokter spesialis pendengaran, dr. Donny Hendriyanto, menjelaskan bahwa Udin mengalami sensorineural hearing loss dengan tingkat kehilangan pendengaran 70–80 desibel, sehingga suara keras sekalipun hampir tidak terdengar.

“Alat ini hanyalah langkah awal. Udin tetap membutuhkan kontrol rutin dan terapi bicara agar bisa mengubah suara yang baru didengar menjadi komunikasi yang lancar,” jelas dr. Donny.

Kunjungan tersebut tak hanya menghadirkan perangkat teknologi, tapi juga harapan baru. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap kolaborasi seperti ini bisa berlanjut, menjangkau lebih banyak warga yang masih hidup dalam keterbatasan dan kesunyian.

Kini, hari-hari Udin tak lagi sepi. Ada kicau burung, deru kendaraan, dan yang paling penting: suara hangat dari orang-orang yang peduli padanya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update