Notification

×

Iklan

Siswa MIN 2 Bengkulu Utara Meninggal, Bukan karena MBG

Rabu, 04 Maret 2026 | 23:42 WIB Last Updated 2026-03-04T19:44:48Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa meninggalnya seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara, Fatih, tidak terkait dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan menyusul hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang menunjukkan tidak adanya bakteri E. coli maupun zat berbahaya seperti boraks, formalin, nitrit, arsen, dan sianida dalam sampel makanan MBG yang diperiksa.

“Informasi yang mengaitkan kematian Fatih dengan dugaan keracunan MBG tidak sesuai fakta. Korban belum mengonsumsi menu MBG dari SPPG Giri Kencana saat pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit,” ujar Nanik saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

BGN menyampaikan duka cita atas wafatnya Fatih dan meminta masyarakat tidak berspekulasi, serta menunggu informasi resmi yang berdasarkan pemeriksaan medis dan laboratorium.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Fatih mengalami pendarahan otak, yang terdeteksi melalui CT scan di RS Bhayangkara. Kondisinya kemudian memerlukan operasi bedah saraf di RS Tiara Sella.

Sebelumnya, Fatih sempat mendapatkan penanganan awal di RS Lagita Ketahun. Namun, karena kesadarannya menurun dengan skor Glasgow Coma Scale (GCS) 6 — indikasi cedera otak berat — ia dirujuk ke beberapa rumah sakit lain.

Karena Pediatric Intensive Care Unit (PICU) di sejumlah rumah sakit di Bengkulu hingga Padang penuh, Fatih akhirnya dirawat di RS Bhayangkara. Hasil CT scan memperlihatkan pendarahan otak yang membutuhkan tindakan lanjutan. Fatih meninggal sekitar 12 jam setelah operasi bedah saraf.

Nanik menambahkan, dari sekitar 1.800 siswa penerima manfaat MBG pada hari yang sama, tidak ada laporan masalah kesehatan serupa.

“Dari 1.800 penerima manfaat, hanya kasus Fatih yang muncul, dan secara medis penyebabnya adalah pendarahan otak, bukan makanan MBG,” pungkasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update