Notification

×

Iklan

Rusia dan China Abstain atas Resolusi PBB Kecam Iran

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:35 WIB Last Updated 2026-03-12T21:32:00Z

Rusia dan China memilih abstain dalam voting draf resolusi Dewan Keamanan PBB

Jakarta, Rakyatterkini.com – Rusia dan China memilih untuk abstain dalam pemungutan suara draf resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania. Kedua negara menilai resolusi tersebut tidak seimbang dan dinilai kurang efektif dalam upaya menciptakan perdamaian di kawasan.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menjelaskan bahwa negaranya tidak dapat mendukung resolusi itu karena substansinya dianggap tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Menurut Nebenzia, dokumen tersebut juga tidak akan membantu pencapaian tujuan utama, yaitu menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

“Kami sangat menyesalkan situasi yang dialami oleh negara-negara di Timur Tengah. Namun, kami menekankan bahwa menyerang infrastruktur sipil di negara-negara Arab di Teluk adalah hal yang tidak dapat diterima,” ujar Nebenzia.

Sementara itu, Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, menyatakan bahwa konflik di kawasan tersebut tidak memiliki dasar hukum maupun legitimasi. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel perlu menghentikan serangan mereka agar situasi regional tidak semakin memburuk.

Meski memilih abstain, Rusia dan China tidak menggunakan hak veto untuk memblokir resolusi. Jurnalis Al Jazeera, Gabriel Elizondo, melaporkan bahwa keputusan ini kemungkinan diambil karena resolusi mendapat dukungan luas dari mayoritas anggota PBB.

Draf resolusi yang diajukan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) akhirnya disahkan pada Rabu (11/3/2026) waktu New York. Dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, 13 negara memberikan suara mendukung, sedangkan Rusia dan China abstain. Tidak ada negara yang menolak. Selain itu, resolusi ini juga mendapat dukungan 135 negara anggota Majelis Umum PBB.

Resolusi tersebut menegaskan kecaman terhadap serangan Iran di negara-negara Teluk dan Yordania, serta mendesak Teheran untuk segera menghentikan aksi permusuhan. Dokumen ini juga menyesalkan penargetan terhadap infrastruktur penting, termasuk pelabuhan dan fasilitas energi di kawasan.

Serangan yang dilakukan Iran menyasar pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai respons atas serangan terhadap wilayahnya sejak 28 Februari.

Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan penyesalannya atas pengesahan resolusi tersebut. Ia menilai keputusan itu merusak kredibilitas Dewan Keamanan dan menegaskan bahwa Iran justru menjadi korban agresi setelah serangan yang dilakukan AS dan Israel.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update