Lubuk Basung, Rakyatterkini.com– Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Bupati Agam, Sabtu (21/3).
Ribuan jamaah berkumpul di halaman kantor tersebut, melantunkan takbir sebagai ungkapan kemenangan setelah menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Bupati Agam, Benni Warlis, yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momen kembali kepada kesucian diri setelah melalui bulan Ramadan yang penuh pembelajaran spiritual.
“Hari ini kita menutup perjalanan ibadah yang penuh makna. Ada rasa haru karena harus berpisah dengan Ramadan, bulan penuh rahmat dan ampunan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menegaskan rasa bahagia karena masyarakat berhasil menahan diri dan meningkatkan ibadah selama Ramadan. Menurutnya, nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian yang diperoleh selama Ramadan seharusnya tetap dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati mengajak warga menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Selain itu, ia menyinggung tantangan yang sempat menimpa Kabupaten Agam dan beberapa wilayah lain akibat bencana hidrometeorologi, yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan fasilitas publik, serta gangguan aktivitas masyarakat.
“Ini adalah ujian dari Allah SWT, namun juga mengajarkan nilai kebersamaan. Kita harus saling membantu dan menguatkan saudara-saudara kita yang terdampak,” katanya.
Benni Warlis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam telah menanggapi bencana dengan cepat, mulai dari evakuasi, layanan darurat, distribusi logistik, pembangunan hunian sementara, hingga penyaluran dana tunggu hunian. Proses pemulihan dan rekonstruksi juga terus berjalan secara bertahap.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu penanganan bencana, termasuk pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.
Selain itu, bupati memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Agam selama setahun terakhir. Program-program unggulan seperti Agam Religius/Bangkik Dari Surau, Agam Sehat, Agam Cerdas, Agam Melayani, dan Agam Sejahtera terus diperkuat.
Beberapa prestasi yang diraih antara lain percepatan penyaluran dana desa, penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terbaik, serta penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat nasional.
“Capaian ini bukan tujuan akhir, melainkan buah dari kerja keras dan kebersamaan. Sesuai pepatah adat ‘mamancuang ndak sakali putuih’, apa yang kita mulai hari ini adalah langkah menuju pencapaian yang lebih sempurna,” tuturnya.
Bupati menutup sambutannya dengan ajakan agar masyarakat terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong demi Kabupaten Agam yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
“Dengan kerja keras dan kebersamaan, Insya Allah kita mampu menghadapi setiap tantangan dan membawa Agam ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.(da*)


