Jakarta, Rakyatterkini.com – Keluarga Dwintha Anggary, cucu almarhumah Mpok Nori, memilih untuk memakamkan Anggi dalam satu liang lahat dengan ayahnya, sebuah keputusan yang menyimpan cerita haru di tengah kesedihan mendalam. Apa alasan di balik keputusan tersebut?
Keluarga menghadapi kenyataan pahit atas kepergian Anggi dan harus menentukan lokasi peristirahatan terakhir yang tepat. Kakak korban, Dian, menjelaskan bahwa keputusan itu dibuat dengan pertimbangan matang.
Awalnya, mereka berencana menguburkan Anggi di TPU Bambu Apus. Namun, rencana ini batal karena kondisi makam dinilai rawan tergenang air.
“Pertimbangannya karena makam di Pondok Ranggon sudah cukup padat, jadi akhirnya ya diputuskan tumpuk sama Bapak,” ujar Dian saat ditemui di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/3/2026).
Dengan keterbatasan lahan, keluarga akhirnya memilih pemakaman tumpang, menggabungkan jenazah Anggi dengan sang ayah dalam satu liang lahat. Lokasi ini juga dekat dengan pusara Mpok Nori, sehingga tetap berada dalam area pemakaman keluarga.
Keputusan ini dianggap paling memungkinkan di tengah situasi sulit. Selain faktor lahan, keamanan makam agar tidak terdampak banjir di masa mendatang juga menjadi pertimbangan penting.
Saat ini, duka masih menyelimuti keluarga besar, dan mereka belum siap banyak berbicara kepada publik usai kehilangan Anggi yang tragis.
“Intinya, keluarga masih berduka. Ibu saya juga belum siap untuk berkomunikasi dengan banyak orang,” tutup Dian.(da*)


