Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Prabowo Subianto bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, merayakan Hari Raya Idulfitri bersama warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Kehadiran mereka disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Kepala BNPB menyambut langsung kedatangan Presiden yang telah lebih dahulu berada di masjid bersama warga. Setibanya di Masjid Darussalam, Presiden melaksanakan salat Id bersama masyarakat, termasuk warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) dan penduduk sekitar.
Kunjungan Presiden pada momen Idulfitri ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat Aceh, khususnya di Aceh Tamiang yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak banjir dan longsor.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia mengajak semua pihak untuk saling memaafkan dan berharap tahun mendatang membawa kebaikan bagi seluruh rakyat.
Terkait penanganan pascabencana, Presiden menilai proses pemulihan berjalan cukup cepat. Warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian kini mulai berpindah ke hunian sementara maupun hunian tetap.
Selain itu, ia juga menyebut perbaikan infrastruktur, termasuk jaringan listrik, hampir rampung. Distribusi bantuan kepada masyarakat pun telah berjalan dengan baik. Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari TNI-Polri, BNPB, kementerian terkait, hingga pemerintah daerah.
Sementara itu, salah satu warga penerima huntara, Sumiati, mengaku senang atas kunjungan Presiden. Warga Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan pemerintah.
Usai salat, Presiden melanjutkan silaturahmi dengan warga di dalam masjid. Ia juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang tinggal di huntara yang berada di sekitar lokasi.
Pada kunjungan tersebut, Presiden turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada sejumlah warga terdampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025.
Berdasarkan data BNPB per 19 Maret 2026, jumlah hunian sementara di Aceh Tamiang mencapai 4.089 unit. Dari total tersebut, sebanyak 1.949 unit telah dibangun oleh BNPB dengan metode insitu dan komunal, sementara 2.140 unit lainnya merupakan hasil pembangunan kementerian, lembaga, dan pihak swasta.
Selain hunian sementara, sebagian warga juga memilih skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH). Tercatat sebanyak 1.426 kepala keluarga telah menerima bantuan tersebut, yang seluruhnya telah tersalurkan kepada warga terdampak.(da*)


