Notification

×

Iklan

Penyintas Bencana Padang Pariaman Tetap Peduli Sesama di Huntara

Rabu, 11 Maret 2026 | 10:44 WIB Last Updated 2026-03-11T03:44:00Z

Suasana Hunian Sementara (Huntara)

Padang Pariaman, Rakyatterkini.com– Di tengah keterbatasan hidup di Hunian Sementara (Huntara), para penyintas bencana di Padang Pariaman tetap menjaga semangat kemanusiaan. Meski sedang menjalani masa pemulihan, kepedulian terhadap sesama menjadi prioritas yang mereka pegang teguh.

Asih (26), salah satu penghuni Huntara di Asam Pulau, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayutanam, menceritakan bahwa berbagi dengan warga lain merupakan bentuk kepedulian, meskipun mereka sendiri masih menghadapi kesulitan.

Selama tinggal di Huntara, Asih mengaku banyak merasakan keberkahan dari bantuan yang terus mengalir dari berbagai pihak. Untuk itu, ia dan warga lainnya berinisiatif menyisihkan sebagian sembako yang mereka terima agar bisa diberikan kepada tetangga di tempat tinggal lama mereka.

“Alhamdulillah, kebutuhan kami terpenuhi selama di sini. Bahkan, kadang bantuan yang diterima berlebih. Kami tidak menikmatinya sendiri, sebagian kami sisihkan untuk tetangga,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Meski sedih meninggalkan kampung halaman akibat bencana, Asih merasa ada hikmah yang menenangkan hatinya. Kebersamaan bertahun-tahun dengan tetangga terpaksa terputus, namun ia menemukan ‘keluarga baru’ yang sepenanggungan di lingkungan Huntara.

“Perasaan saya campur aduk, sedih tapi juga senang. Tempat tinggal lama nyaman bersama keluarga dan tetangga, tapi di sini kami juga bahagia bisa bertemu keluarga-keluarga baru,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah segera membangun Hunian Tetap (Huntap) bagi dirinya dan 34 warga lain. Meski kondisi Huntara lebih baik dibandingkan saat berpindah-pindah pengungsian, memiliki Huntap tetap menjadi impian karena rumah lamanya kini masuk zona merah.

“Rumah saya tidak roboh, tapi lokasinya sangat berbahaya. Sisi satu berdekatan dengan bukit, sisi lainnya ada aliran Sungai Batang Anai. Pemerintah sudah menyatakan rumah ini tidak lagi aman untuk dihuni,” ujarnya.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padang Pariaman, Emri Nurman, menyebutkan saat ini terdapat dua Huntara di daerah itu, yakni di Asam Pulau, Kecamatan 2×11 Kayutanam, dan Kecamatan Batang Anai.

“Di Huntara Batang Anai ada 40 KK, sedangkan di Asam Pulau terdapat 34 KK,” jelasnya. Data menunjukkan lebih dari 560 KK di wilayah ini menjadi penyintas bencana dan tengah menunggu Huntap.

Selain itu, tercatat 54 unit jembatan mengalami kerusakan, dari ringan hingga berat. Pemerintah daerah telah melakukan upaya mitigasi melalui Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

“Kami telah mengusulkan anggaran perbaikan infrastruktur sebesar Rp3,2 triliun ke pemerintah pusat melalui BNPB. Perbaikan pipa air bersih senilai Rp278 miliar juga sudah ditunjuk pelaksanaannya oleh BUMN,” ungkap Emri.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada jembatan, tetapi juga 29 ruas jalan, 69 unit irigasi, serta ribuan rumah penduduk. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp967,8 miliar. Untuk jembatan permanen yang hancur, Pemkab Padang Pariaman sudah mengusulkan perbaikan langsung ke Kementerian Pekerjaan Umum, terutama saat kunjungan Wakil Menteri PU beberapa waktu lalu.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update