![]() |
| Pasar Takjil Ramadan. |
Sawahlunto, Rakyatterkini.com — Meski langit sore sempat diselimuti mendung, semarak bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tetap menghadirkan suasana hangat dan menggeliatkan aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Sawahlunto.
Pasar kuliner dan takjil yang tersebar di sejumlah titik strategis menjadi ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berusaha sekaligus tempat berkumpul warga menjelang waktu berbuka puasa.
Lapak-lapak kuliner yang difasilitasi Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) terlihat ramai dipadati pedagang. Berbagai hidangan takjil tersaji menggugah selera, mulai dari aneka kue tradisional, gorengan, kolak, hingga minuman khas daerah.
Beberapa lokasi ditetapkan sebagai pusat pasar takjil Ramadan, di antaranya area parkir Pasar Sawahlunto, parkiran Stasiun Kereta Api, serta sepanjang Jalan Yos Sudarso di kawasan Pasar Remaja.
Sejak sore hari, kawasan tersebut mulai dipadati warga yang berburu hidangan untuk berbuka puasa. Kehadiran kuliner tradisional yang biasanya hanya muncul saat Ramadan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli.
Salah seorang pedagang takjil di kawasan parkiran Stasiun Kereta Api Sawahlunto, Siska (50), mengatakan pasar kuliner Ramadan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Adanya pusat jajanan kuliner dan takjil ini membantu meningkatkan ekonomi warga sekaligus menjadi tempat silaturahmi masyarakat,” ujarnya.
Ia menuturkan, omzet penjualannya selama Ramadan meningkat dibandingkan hari-hari biasa karena tingginya minat masyarakat terhadap jajanan berbuka puasa. Selain membuka peluang usaha bagi pedagang, keberadaan pasar takjil juga memudahkan masyarakat mendapatkan makanan siap santap dengan harga yang relatif terjangkau.
Pasar kuliner Ramadan di Sawahlunto tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menciptakan ruang interaksi sosial yang mempererat kebersamaan. Warga dari berbagai kalangan datang, berbincang, dan menikmati suasana khas Ramadan yang penuh kehangatan.
Aktivitas perdagangan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan yang mencerminkan kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah menilai kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan penyediaan fasilitas berdagang yang lebih tertata, pelaku UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan kuliner khas daerah kepada masyarakat.
Pasar takjil Ramadan di Sawahlunto diharapkan terus menjadi wadah pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan berbuka puasa, pasar ini juga menghadirkan suasana Ramadan yang hidup, hangat, dan penuh makna bagi warga kota warisan dunia tersebut. (Benny)


