Padang Pariaman, Rakyatterkini.com – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menegaskan tekad daerahnya untuk meraih prestasi tertinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.
Kabupaten ini ingin keluar sebagai juara umum, menggeser dominasi Kota Padang yang selalu memimpin.
Pada Porprov XV, Padang Pariaman menempati posisi kedua di bawah Kota Padang. Namun kali ini, John Kenedy Azis menekankan bahwa daerahnya tidak ingin lagi menjadi runner-up.
“Kami tidak mau berada di posisi kedua lagi. Insya Allah, Padang Pariaman siap menjadi yang terbaik pada Porprov XVI nanti. Ibarat pepatah, jangankan kalah, seri pun kami tak rela,” tegasnya.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan Porprov bersama Ketua KONI Sumbar Hamdanus dan panitia penyelenggara di ruang pertemuan Bupati, Parik Malintang, Kamis (5/3/2026).
Hadir pula Ketua Steering Committee Syahrial Bakhtiar, Ketua Organizing Committee Septri, jajaran pengurus KONI, Sekretaris Umum PSSI Sumbar Hendra Dupa, serta kepala dinas terkait.
Untuk mencapai target juara umum, Padang Pariaman siap menjadi tuan rumah beberapa cabang olahraga, antara lain renang, panjat tebing, sepak bola, tarung derajat, kriket, woodball, futsal, dan sambo.
John Kenedy Azis meminta KONI Padang Pariaman menjalin komunikasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga agar seluruh pertandingan dapat diselenggarakan di wilayahnya. “Daerah kita memiliki fasilitas memadai, seperti sport hall berkapasitas 2.500 penonton dan Stadion Utama Sumbar, serta sarana olahraga lainnya,” ujarnya.
Ketua KONI Padang Pariaman, Asmadi Basir, menambahkan, pihaknya telah memulai komunikasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga. Awalnya hanya tiga cabang yang direncanakan digelar di Padang Pariaman, namun berkat dorongan Bupati, peluang kini meningkat menjadi tujuh cabang bahkan lebih.
“Kami akan terus koordinasi agar Padang Pariaman bisa menjadi tuan rumah yang siap dan kompetitif,” kata Asmadi.
Sementara itu, Ketua OC Porprov XVI, Septri, menilai momentum Porprov bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali fasilitas olahraga, termasuk Stadion Utama Sumbar yang saat ini belum optimal digunakan. “Jika pembukaan Porprov digelar di stadion ini, fasilitas yang selama ini terbengkalai akan kembali diperhatikan,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati John Kenedy Azis menyarankan agar seremoni pembukaan tetap diprioritaskan di Kota Padang karena memiliki fasilitas lebih representatif, seperti GOR H. Agus Salim. Jika GOR tersebut belum siap karena rencana rehabilitasi pada Oktober, Padang Pariaman siap mengambil alih kesempatan tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan Stadion Utama Sumbar membutuhkan biaya tambahan untuk kegiatan besar.
John Kenedy Azis meminta panitia segera menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait peran tuan rumah dan kewajiban KONI provinsi. “SOP yang jelas akan mencegah masalah saat penyelenggaraan dan berdampak langsung pada prestasi atlet,” tegasnya.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengapresiasi komitmen Pemkab dan KONI Padang Pariaman. “Dukungan kepala daerah sangat penting, baik dalam kesiapan penyelenggaraan maupun peningkatan prestasi atlet. Saat ini ada 11 daerah di luar Kota Padang yang siap menjadi tuan rumah cabang olahraga, termasuk Padang Pariaman,” jelasnya.
Hamdanus menjelaskan empat syarat utama agar kabupaten/kota dapat menjadi tuan rumah cabang olahraga Porprov: rekomendasi pengurus provinsi cabang olahraga, penetapan cabang olahraga tuan rumah oleh KONI kabupaten/kota, persetujuan kepala daerah, dan kesanggupan menyediakan sarana serta prasarana teknis cabang olahraga. Empat syarat ini kemudian diserahkan ke KONI Sumbar untuk ditetapkan dalam rapat koordinasi teknis sebelum finalisasi cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XVI 2026.(da*)


