Jakarta, Rakyatterkini.com – Kabar mengenai kemungkinan tewasnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam serangan rudal yang diduga diluncurkan oleh Iran menjadi perhatian luas. Meski demikian, informasi tersebut hingga kini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Isu tersebut muncul setelah Netanyahu disebut sudah lama tidak terlihat di hadapan publik. Penampilan terakhirnya diketahui saat melakukan kunjungan ke Port of Ashdod, salah satu pelabuhan terbesar di Israel, bersama Menteri Transportasi Miri Regev.
Sejumlah laporan media menyoroti beberapa hal yang dianggap memicu spekulasi, termasuk absennya Netanyahu dari kegiatan publik serta penundaan rencana kunjungan tokoh Amerika Serikat ke Israel.
Media Tasnim News Agency melaporkan bahwa penundaan perjalanan Jared Kushner—menantu Presiden AS—serta utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, dinilai sebagian pihak menambah spekulasi mengenai kondisi pemimpin Israel tersebut.
Laporan tersebut juga mengutip pernyataan yang dikaitkan dengan mantan perwira intelijen Amerika Serikat, Scott Ritter, yang disampaikan melalui media Rusia. Ritter menuduh bahwa Iran telah menyerang lokasi persembunyian Netanyahu dan menyebabkan korban jiwa.
Namun hingga saat ini, tudingan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan juga belum mendapat tanggapan resmi dari pemerintah Israel.
Selain Netanyahu, beredar pula rumor mengenai kemungkinan tewasnya pejabat tinggi Israel lainnya, seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir serta Kepala badan intelijen Mossad, David Barnea.
Meski berbagai spekulasi beredar luas, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang memastikan kabar tersebut dari pihak pemerintah Israel maupun sumber otoritatif lainnya.(da*)


