Jakarta, Rakyatterkini.com – Keputusan Iran national football team untuk tidak berpartisipasi dalam FIFA World Cup 2026 menjadi perhatian luas di dunia sepak bola. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan meningkatnya ketegangan politik antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Keputusan ini menjadi sorotan karena turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar tiga bulan lagi. Selain itu, muncul pula pertanyaan mengenai tim mana yang akan menggantikan posisi Iran apabila mereka benar-benar tidak tampil.
Lolos Melalui Kualifikasi Zona Asia
Sebelumnya, Iran memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia pada 25 Maret 2025. Kepastian itu diraih setelah mereka menjuarai Grup A pada babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Keberhasilan tersebut membuat Iran mencatatkan partisipasi ketujuh mereka di ajang Piala Dunia. Sebelumnya, negara tersebut pernah tampil pada edisi 1978, 1998, 2006, 2014, 2018, dan 2022.
Dalam hasil undian fase grup, Iran ditempatkan di Grup G bersama Belgium national football team, Egypt national football team, serta New Zealand national football team.
Ketegangan Politik Memicu Keraguan
Namun, situasi berubah setelah konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memanas sejak akhir Februari 2026. Ketegangan tersebut bahkan dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Perkembangan tersebut memicu keraguan mengenai keikutsertaan Iran di Piala Dunia. Apalagi sebagian pertandingan dalam grup mereka dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, salah satu dari tiga tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.
Ketua Iran Football Federation, Mehdi Taj, sebelumnya juga menyebut ada kemungkinan tim nasional Iran menarik diri dari turnamen tersebut dengan alasan keamanan bagi para pemain dan ofisial.
FIFA Pastikan Turnamen Tetap Berjalan
Menanggapi situasi tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 tetap akan berlangsung sesuai jadwal.
Infantino juga menyampaikan bahwa pemerintah Amerika Serikat, yang saat itu dipimpin oleh Donald Trump, memastikan tim nasional Iran tetap dipersilakan datang dan bertanding di turnamen tersebut.
Ia menilai ajang Piala Dunia memiliki peran penting dalam menyatukan berbagai bangsa di tengah situasi dunia yang penuh ketegangan.
Iran Akhirnya Memutuskan Mundur
Meski demikian, pemerintah Iran akhirnya mengambil keputusan berbeda. Menteri Pemuda dan Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa tim nasional mereka tidak akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026.
Dalam wawancara dengan media nasional Iran, ia menegaskan bahwa situasi keamanan dan konflik yang terjadi membuat negaranya tidak memungkinkan untuk mengikuti turnamen tersebut.
Potensi Sanksi dari FIFA
Keputusan tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi dari FIFA. Berdasarkan regulasi organisasi tersebut, tim yang mengundurkan diri dari turnamen resmi lebih dari 30 hari sebelum dimulai dapat dikenakan denda sekitar 300.000 dolar AS.
Selain itu, federasi sepak bola Iran kemungkinan juga diwajibkan mengembalikan dana yang sebelumnya diberikan oleh FIFA sebagai bagian dari program dukungan.
Tidak hanya itu, ada kemungkinan Iran juga menghadapi sanksi tambahan, seperti larangan mengikuti kualifikasi Piala Dunia berikutnya atau kompetisi internasional lain yang berada di bawah naungan FIFA.(da*)


