Notification

×

Iklan

Jumlah Pengungsi Pascabencana Aceh-Sumut-Sumbar Turun Drastis

Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:15 WIB Last Updated 2026-03-07T02:15:00Z

Warga membersihkan pekarangan hunian sementara 

Padang, Rakyatterkini.com – Jumlah pengungsi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan penurunan signifikan sejak awal Ramadan.

Berdasarkan laporan harian Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, pada 20 Februari 2026, saat awal Ramadan, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 12.994 jiwa. 

Dari total tersebut, 12.144 jiwa berada di Aceh, 850 jiwa di Sumatera Utara, sementara Sumatera Barat sudah tidak memiliki pengungsi yang tinggal di tenda.

Seiring dengan percepatan penanganan di lapangan, jumlah pengungsi terus menurun. Data terbaru pada Kamis (5/3) pagi menunjukkan tersisa 6.873 jiwa, dengan rincian 6.187 jiwa di Aceh dan 686 jiwa di Sumatera Utara. Artinya, dalam waktu kurang dari dua pekan, jumlah pengungsi berkurang 6.121 jiwa atau sekitar 47,1 persen dibandingkan awal Ramadan.

Penurunan ini sejalan dengan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di tiga provinsi terdampak. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum, dari rencana pembangunan 18.309 unit huntara, hingga 4 Maret 2026 telah rampung 12.279 unit atau sekitar 67 persen.

Selain huntara, pembangunan hunian tetap (huntap) juga terus berlangsung. Dari total 36.669 unit huntap yang direncanakan, 1.363 unit kini dalam proses pembangunan, dan enam unit telah selesai dibangun.

Di sisi bantuan keuangan, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) telah tuntas. Seluruh 10.783 penerima di tiga provinsi telah menerima transfer dana ke rekening masing-masing. 

Sementara itu, Kementerian Sosial tengah menyiapkan bantuan jaminan hidup (jadup) bagi 175.211 jiwa atau 47.686 kepala keluarga di 37 kabupaten/kota, dengan total anggaran Rp236,53 miliar.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa percepatan relokasi pengungsi menjadi prioritas dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, pada Jumat (27/2).

“Target kami, secepat mungkin sebelum Idul Fitri, semua pengungsi tidak lagi tinggal di tenda, tetapi sudah berada di huntara atau menerima Dana Tunggu Hunian,” ujar Tito.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update