Jakarta, Rakyatterkini.com– Inter Milan memilih tidak menggelar sesi jumpa pers usai laga melawan Atalanta, sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang dianggap merugikan.
Pertandingan di Stadion Giuseppe Meazza pada Sabtu (14/3/2026) malam WIB itu berjalan sengit. Inter sempat unggul lebih dulu di menit ke-26 lewat gol Pio Esposito. Namun, Nikola Krstovic menyamakan skor pada menit ke-82, dan pertandingan berakhir imbang 1-1.
Meskipun Inter mendominasi dengan penguasaan bola 58 persen dan mencatat 16 tembakan, hanya tiga yang mengarah ke gawang. Hasil ini membuat jarak dengan AC Milan di posisi kedua klasemen Liga Italia tidak bisa diperlebar menjadi 10 poin.
Pelatih Cristian Chivu dan para pemain merasa frustrasi. Mereka menilai kepemimpinan wasit Gianluca Mangnaniello merugikan tim. Kontroversi pertama muncul saat gol Krstovic disahkan, padahal terjadi pelanggaran Kamaldeen Sulemana terhadap Denzel Dumfries yang tidak dianggap oleh wasit. Kontroversi kedua, Inter tidak mendapatkan penalti saat Giorgio Scalvini menjatuhkan Davide Frattesi dalam duel udara.
Kekecewaan ini bahkan membuat Chivu diganjar kartu kuning kedua karena memprotes keputusan wasit dengan keras.
Menurut Football-Italia, sebagai bentuk protes, Inter menerapkan Silenzio Stampa, menutup diri dari media, sekaligus menyampaikan ketidakpuasan kepada Lega Serie A. Tekanan ini semakin terasa karena Inter belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir.(da*)


