Notification

×

Iklan

Harga BBM Indonesia Tetap Stabil Saat Negara Tetangga Naikan Harga

Kamis, 26 Maret 2026 | 19:17 WIB Last Updated 2026-03-26T12:17:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah negara mengalami lonjakan tajam setelah Selat Hormuz ditutup akibat ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Di Vietnam, misalnya, harga BBM lebih dari dua kali lipat sejak 26 Februari 2026. Sementara di Singapura, kenaikan harga bahan bakar memberikan tekanan pada sektor transportasi dan kehidupan masyarakat.

Di Malaysia, BBM nonsubsidi tercatat meningkat berturut-turut selama dua pekan terakhir. Namun, di Indonesia, hingga kini harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, tetap stabil.

Sejumlah warganet menyambut baik langkah pemerintah dalam menjaga kestabilan harga BBM. Aldilo Vieriansyahela (@bodrexinn_) menilai kebijakan ini membuat masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan nyaman.

“Hebat ya Bahlil (Menteri ESDM), harga BBM tetap stabil,” tulisnya, dikutip pada Kamis (25/3).

Warganet lain, getirrr (@gett.irr7), menambahkan bahwa upaya pemerintah tidak hanya menjaga harga BBM, tetapi juga bahan pangan.

“Iya, patut diapresiasi. Pemerintah bisa mengendalikan harga BBM dan kebutuhan pokok yang biasanya naik saat Ramadan maupun Idulfitri,” ujarnya.

Julia Fantoni (@julia_fantoni) membandingkan situasi di Indonesia dengan di Thailand, tempat ia berada. Menurutnya, harga BBM di sana sedang melonjak dan stok mulai menipis.

“Aku lagi di Thailand, dan harga bensin di sini naik drastis. Stok mulai kosong, kata guide-ku,” kata Julia.

Sementara itu, rroonnaay (@rroonnaay) menyoroti bahwa pemerintah menyadari dampak besar jika BBM naik menjelang Lebaran.

“Hal ini patut diapresiasi. Bahlil dan pemerintah menunjukkan empati yang tinggi,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat memahami situasi global yang menantang. Menurutnya, pemerintah selalu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan.

“Nanti setelah Lebaran, jangan langsung menyalahkan pemerintah kalau harga BBM naik. Negara-negara Asia Tenggara lain sudah menaikkan harga BBM, sementara Indonesia belum,” tambahnya.

“Dengan kondisi politik dunia yang tidak menentu dan fluktuasi harga minyak, menaikkan BBM adalah langkah logis untuk menjaga APBN. Untuk masyarakat, mode hemat dan kurangi konsumsi BBM agar impor bisa ditekan, jangan panic buying,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update